nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerakan Magrib Matikan TV Ayo Mengaji Bikin Sekjen MUI Teringat Masa Kecil

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 14:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 10 614 2151457 gerakan-magrib-matikan-tv-ayo-mengaji-bikin-sekjen-mui-teringat-masa-kecil-P8lMam2SGj.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

BARU-BARU ini beredar di dunia maya foto surat edaran berstempel Bupati Demak, tentang imbauan kepada warganya untuk untuk mensukseskan Gerakan Magrib Matikan TV Ayo Mengaji.

Imbauan dalam surat edaran tersebut dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menyikapi imbauan Gerakan Magrib Matikan TV Ayo Mengaji itu, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas mengatakan, dirinya justru teringat suasana religius sewaktu dirinya masih kecil.

Kata dia, kala itu para orangtua meminta anak-anaknya untuk menghentikan aktivitas menjelang magrib. "Dulu sewaktu saya kecil, anak-anak dilarang oleh orangtua untuk bermain menjelang magrib. Pada waktu tersebut anak-anak diminta mandi. Begitu juga dengan anggota keluarga, kemudian bersiap-siap untuk salat magrib berjamaah di masjid, atau musala atau di rumah dengan anggota keluarga," katanya kepada Okezone.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Anwar menuturkan, imbauan tersebut adalah hal yang positif untuk dilakukan. Selain itu, ia menilai imbauan dalam surat edaran itu bertujuan untuk mengkondisikan masyarakatnya agar selalu mengingat Allah SWT dan senantiasa menjalankan ibadah serta belajar.

Ia melanjutkan, program tersebut juga bagian dari ijtihad supaya masyarakat tidak terlalu terfokus kepada urusan duniawi.

"Jadi Ini merupakan usaha dari sang Bupati untuk membuat rakyatnya tidak hanya sejahtera secara material, tapi juga secara spiritual. Karena sebagai insan pancasila, kita sadar bahwa yang kita lakukan tidak hanya apa yang diperintahkan oleh otak dan hati saja, tapi juga oleh apa yang diperintahkan oleh agama," tuturnya.

Lebih lanjut kata Anwar, untuk menjadi manusia yang lebih baik adalah membiasakan diri dengan hal-hal positif. Salah satunya menjalankan program 'Gerakan Maghrib Matikan TV Ayo Mengaji'.

Sementara Ketua Komunitas Dai Daiah Indonesia Ustadz Mahfud Said mengatakan, imbauan tersebut pada prinsipnya bertujuan baik, yakni salah satunya ajakan mengaji.

Ia juga mengatakan, program Gerakan Maghrib Matikan TV Ayo Mengaji haruslah disikapi dengan baik, karena hal tersebut adalah upaya mengajak umat beramal baik.

"Mestinya disikapi dengan bijak karena menginginkan kebaikan buat warga. Maka Pemda membuat peraturan seperti itu, kan tujuannya untuk menyatukan waktu kumpul bersama sekeluarga untuk ngaji di tengah-tengah kesibukan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini