nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selama Tidur Otak Bersihkan Diri dari Racun, Alquran Telah Membahasnya Lebih Dulu

Nada Husna, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 10:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 13 614 2152193 selama-tidur-otak-bersihkan-diri-dari-racun-alquran-telah-membahasnya-lebih-dulu-jtpnIIQWVR.jpg Tidur untuk membersihkan otak dari racun (Foto: Healthy Families BC)

Setiap orang biasanya tidur di malam hari setelah lelah melakukan berbagai aktivitas seharian. Ini merupakan upaya untuk memulihkan energi agar lebih segar di pagi hari.

Terdapat sebuah penelitian ilmiah modern yang mengungkapkan, ternyata tidur dapat menghilangkan racun di otak. Namun, sebenarnya tidur di malam hari menjadi topik penting dalam literatur Islam dan telah dibahas dalam banyak hal baik di dalam Alquran maupun sunah Nabi.

Alquran sumber sains

Allah SWT berfirman :

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan." (QS Ar-Rum : 23)

"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha."(QS Al-Furqan : 47)

Dilansir dari About Islam, Senin (13/1/2020), penelitian telah menghubungkan tidur dengan berbagai kegiatan dan manfaat mulai dari meningkatkan konsentrasi hingga mengatur metabolisme, kulit yang sehat, meningkatkan kewaspadaan dan sistem kekebalan tubuh.

Bukti eksperimental langsung pertama di tingkat molekuler mengarahkan bahwa ini bisa menjadi terobosan dalam mengungkapkan tujuan inti dari tidur. Yakni tidur dapat menghilangkan semua racun berbahaya atau produk sampingan metabolisme yang menumpuk di otak karena aktivitas seharian.

Tidur membersihkan racun di otak

Menurut sebuah penelitian National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), bagian dari National Institutes of Health (NIH) di Amerika, menemukan bahwa sel-sel tersebut, yaitu sel glial yang bertanggung jawab untuk menjaga sel-sel saraf tetap hidup, menyusut selama tidur untuk meningkatkan ruang interstisial atau celah antara neuron, dan memungkinkan aliran cairan otak mengeluarkan racun yang terbentuk selama terjaga.

Co-Direktur Pusat Neuromedicine Translasional di University of Rochester Medical Center di New York, Maiken Nedergaard mengatakan, tidur memungkinkan otak membersihkan diri dari molekul-molekul beracun yang menumpuk selama sehari. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa kegagalan membersihkan diri dari protein beracun dapat menyebabkan gangguan pada otak seperti Alzheimer.

Meskipun hasilnya disimpulkan dengan teknologi tinggi pada tikus, sejatinya otak manusia mirip dengan otak tikus. Pencitraan mengungkapkan, otak mengambil sendiri molekul-molekul beracun yang terakumulasi pada tingkat yang jauh lebih cepat daripada saat bangun.

Para peneliti menemukan, selama tidur, kontraksi sel-sel otak menghasilkan perluasan area antara sel-sel otak sebanyak 60 persen sehingga memungkinkan cairan serebrospinal bergerak lebih bebas daripada keadaan biasanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini