Amalan yang sering dilakukan kebanyakan umat Islam adalah menjalankan puasa sunah pada hari Kamis. Amalan ini juga dianjurkan oleh para ulama.
Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustadz Fauzan Amin mengatakan, "Para ulama menganjurkan agar puasa tiap Senin dan Kamis, jadi ini baik untuk dilakukan," katanya, Kamis (16/1/2020).

Menurut Ustadz Fauzan, menjalankan puasa sunah pada hari Kamis juga disertai dengan memperbanyak amal kebaikan seperti sedekah. Para malaikat pun senantiasa mencatat perbuatan atau amal baik manusia selama di dunia.
"Karena pada hari inilah amalan manusia diajukan kepada Allah, dengan maksud agar dalam setiap laporan pertanggung jawaban amal manusia kepada Allah selalu diakhiri kebaikan, atau husnul khotimah," tuturnya.
Rasulullah SAW bersabda:
تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ اْلاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ
Artinya: "Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan (Jumuah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan." (H.R. Shahih Muslim).
Kemudian dalam riwayat hadist lainnya juga menyebutkan,
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah,"Bahwasanya Nabi Muhammad lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Amalan-amalan manusia diajukan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang apabila amalan saya (pada hari tersebut) dan saya berpuasa pada hari tersebut." (H.R. Ahmad).
Selain itu, dibukanya pintu surga pada hari istimewa tersebut juga dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Shahih Muslim, yaitu,
Rasulullah SAW bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
Artinya: "Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, 'Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai." (HR. Shahih Muslim).
(Dyah Ratna Meta Novia)