nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sains dalam Alquran, Kesturi sebagai Pewangi Terbaik

Ibrahim Al Kholil, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 01:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 19 614 2154993 sains-dalam-alquran-kesturi-sebagai-pewangi-terbaik-fth8M8rh6O.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

ALLAH berfirman, "Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya). Laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba." (QS Al-Muthaffifin [83]: 25-26).

Rahiq adalah khamar yang murni atau bebas dari kotoran. Makhtum yaitu di bejananya ada cap yang tidak bisa hilang. Khitamuhu misk (laknya adalah kesturi), maksudnya ketika selesai minum tercium bau kesturi darinya.

Telah diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi dan Musnad Imam Ahmad dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Nabi Muhammad bersabda, "Sebaik-baik wewangian adalah kesturi." Diriwayatkan juga dalam Sunan At-Tirmidzi dan An-Nasa'i bahwa Aisyah berkata, "Aku meminyaki Rasulullah dengan wewangian kesturi sebelum beliau ihram, pada Hari Nahar (10 Dzulhijjah) dan sebelum beliau tawaf sekeliling Ka'bah."

Al-Misk yang berarti kesturi berasal dari kata non-Arab, asalnya dari bahasa Sanskerta. Kata ini kemudian dipakai di beberapa bahasa Timur lainnya seperti bahasa Latin dan Yunani. Kesturi adalah wewangian yang paling baik dan paling kuat baunya.

Jenis kesturi terbaik adalah yang berasal dari kijang (rusa) jantan. Kesturi diproduksi dalam lapisan tipis yang terletak di dekat pusar kijang jantan. Ketika kelenjar kesturi matang, hewan ini akan merasakan ketidaknyamanan.

Kijang kemudian akan menggarukkan pusarnya ke batu atau batang pohon, maka pecahlah kelenjar tersebut dan mengalirkan cairan seperti nanah yang keluar dari bisul pecah. Ketika kelenjar ini pecah, kijang akan merasakan kenikmatan dan kepuasan. Demikian kijang jantan senantiasa memproduksi kesturi sampai usia tuanya.

Penelitian menunjukkan bahwa jumlah kesturi yang dihasilkan oleh rusa jantan setiap kali produksi mencapai 6-20 gram. Rusa penghasil kesturi biasanya tinggal di daerah dataran tinggi sekitar Siberia, Tibet, Himalaya, Korea, dan Cina. Selain rusa, ada juga hewan-hewan penghasil kesturi lainnya seperti sapi jenis tertentu, musang, dan lainnya.

Kesturi murni mempunyai berbagai macam jenis, tergantung hewan yang memproduksinya. Akan tetapi, semuanya mempunyai kandungan kimia yang hampir sama. China dikenal sebagai negara pengekspor kesturi terdepan dibanding negara lainnya, sekitar 85% minyak kesturi terkenal di dunia diekspor oleh China.

Penelitian mendefinisikan, secara umum kandungan yang terdapat dalam kesturi sebagai berikut: 60% zat yang larut dalam air, 15% damar yang larut dalam alkohol, dan 15% air.

Hasil ini dapat berubah sesuai dengan kondisi hewan vang memproduksi, faktor iklim, dan faktor lainnya. Ada juga berbagai jenis kesturi campuran yang terkenal. Hal ini dilakukan dengan cara membasahi minyak kesturi dengan air, kemudian membiarkannya beberapa lama hingga tercium bau yang tak sedap.

Imam Nawawi berkata, "Para ulama telah sepakat bahwa kesturi itu suci, boleh dipakai di badan dan di baju."

Rasulullah bersabda, "Rombongan pertama dari umatku yang masuk surga (wajahnya cerah) seperti bulan pada malam purnama, kemudian rombongan berikutnya (wajahnya cerah) seperti bintang gemerlap yang sangat terang di gelap langit. Mereka tidak buang air, tidak meludah, tidak beringus, sisir-sisir mereka dari emas, keringat mereka kesturi, wewangian mereka dari gaharu, dan istri-istri mereka udalah bidadari surga yang sangat rumah dan sopan. Postur mereka 60 hasta seperti kakek mereka Adam." (HR. Bukhari Muslim).

Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya di surga ada sebuah pasar yang didatangi oleh penduduk surga tiap hari Jumat. Dalam pasar itu ada tumpukan-tumpukan kesturi yang banyak, maka bertiuplah angin dari utara sehingga kesturi tersebut bertebaran di wajah dan baju mereka menyebabkan bertambah ketampanan dan keelokan mereka. Ketika mereka pulang ke keluarga mereka, keluarganya pun berkata, 'Demi Allah kalian telah bertambah tampan dan elok.' Mereka menjawab, Demi Allah kalian juga telah bertambah elok dan cantik."

Demikian dikutip dari buku Pintar Sains dalam Alquan Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah Karya Dr.Nadiah Thayyarah Hal. 861-864. (abp)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini