Sains dalam Alquran, Jahe sebagai Campuran Minuman Surga

Ibrahim Al Kholil, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 614 2152987 sains-dalam-alquran-jahe-sebagai-campuran-minuman-surga-2pVfHmQFTF.jpg Ilustrasi. Foto: Lifealth

ALLAH berfirman, "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe." (Al-Insan: 17).

Jahe atau zanjabil dalam bahasa Arab atau ginger dalam bahasa Inggris adalah sejenis tanaman rumput-rumputan aromatik yang berumur panjang. Termasuk kelompok rhizome, yaitu tumbuhan yang memiliki akar sekaligus menjadi batang yang tumbuh menyamping di dalam tanah dan akar-batang itu bisa mencapai panjang 1,5 meter bercabang banyak. Daunnya pipih seperti lembing dan runcing di ujungnya, permukaannya halus, warnanya hijau gelap.

Jahe mulai dipanen saat daunnya mulai layu, lalu tanah digali untuk diambil rimpangnya yang tumbuh di dalam tanah. Rimpang itu lalu dicuci, dipotong-potong, direndam, dan direbus dalam air dengan campuran gula.

Ilustrasi. Foto: Lifehack

Setelah itu, jahe dikeringkan untuk diawetkan sebelum digunakan. Jahe berasal dari Asia Tenggara dan produksinya kini terbatas, hanya ada di daerah khatulistiwa, Afrika, dan India.

Orang-orang China dan India menggunakan jahe sejak lama sebagai obat dan bumbu. Galenus-penulis dan tabib Yunani kuno (122-200 M) mengatakan, jika ingin menghangatkan badan, kita harus minum jahe karena ia dapat memberikan rasa hangat bagi tubuh kalau diminum dalam keadaan panas.

Ibnu Masawih menyatakan, jahe berguna bagi gangguan hati akibat cuaca panas ataupun dingin, mampu meningkatkan vitalitas pria, dan mengobati gastritis pada lambung dan usus.

Ibnu Sina berpendapat, jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memberikan rasa lembap pada kepala dan tenggorokan, dan mengobati gangguan akibat polusi udara.

Ibnu Al-Qayyim menyampaikan pendapat Abu Na'im dari bukunya, Ath-Thibb An-Nabawi, yang mengutip hadis Abu Said Al-Khudri bahwa Raja Romawi pernah menghadiahi Rasulullah dengan seguci jahe. Beliau lalu membagi-bagikan jahe itu kepada banyak orang dan Abu Said mengaku mendapat sepotong jahe dari Rasulullah.

Jahe dapat menghangatkan tubuh, membantu pencernaan, memperbaiki kerja organ pencernaan, memperbaiki organ penglihatan yang terganggu antara lain akibat cuaca yang kering, dengan cara dimakan atau dioleskan ke mata.

Jahe juga dapat meningkatkan vitalitas pria, baik untuk hati dan lambung, dapat meningkatkan volume dan kualitas sperma, meluruhkan dahak, menambah citarasa makanan, dan mampu menetralkan unsur-unsur berbahaya dalam makanan.

Akar-batang jahe mengandung zat semacam lem, lemak resin, pati, dan minyak volatile yang beraroma wangi serta mengandung camphene dan linalool. Lemak resin non-volatile yang dikandungnya adalah zingerone yang memberinya rasa pedas dan berguna untuk mensterilkan dan memperkuat organ mulut serta antidemam.

Demikian dikutip dari Buku Pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, halaman 811-813, karya Dr.Nadiah Thayyarah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini