nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Koh Naga, Hafal Ayat Alquran Sebelum Jadi Mualaf

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 09:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 21 614 2155865 cerita-koh-naga-hafal-ayat-alquran-sebelum-jadi-mualaf-HlINbh7TmO.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

AHMAD Naga Kunadi yang akrab disapa Koh Naga adalah satu dari sekian banyak insan yang memilih jadi seorang mualaf. Kepada Okezone ia mengaku mendapat hidayah lewat mimpi dikelilingi kobaran api.

Koh Naga pun menceritakan proses belajar agama Islam sebelum memutuskan menjadi mualaf. Ia sering membaca buku tentang Islam, seperti tentang Allah SWT, hari kiamat, hingga dasar-dasar penguatan iman dan takwa sebagai seorang Muslim.

"Jadi pada saat itu, itu ilmu-ilmu yang mungkin aneh, saya belum pernah mempelajarinya, belum pernah baca," ujarnya saat ditemui di Masjid Lautze, Pasar Baru, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, kata Koh Naga, dirinya telah belajar mengaji atau membaca Alquran jauh sebelum ia mengucapkan dua kalimat syahadat atau jadi mualaf. Ia mengaku sangat antusias belajar, walaupun ada saja hal yang dianggapnya sebagai tantangan.

Koh Naga belajar membaca Alquran pada 2001, tepatnya satu tahun sebelum ia menjadi mualaf yaitu pada 2002. Ia meminta salah seorang karyawannya untuk belajar iqra.

"Waktu itu minta tolong anak buah saya karena ngajinya bagus. Dia bingung, mungkin agak sungkan juga karena saya kan atasannya," tuturnya.

Akhirnya Koh Naga belajar membaca Alquran dibimbing oleh salah satu karyawannya itu. Berkat semangat mengaji, ia bisa menuntaskan iqra 1 dan iqra 6, bahkan sudah hafal surat-surat pendek hanya dalam jangka waktu lima hari saja.

Bahkan sebelum jadi mualaf pun Koh Naga kerap ikut salat berjamaah dan salat Jumat di masjid, Koh Naga tidak sungkan walau sejatinya dia bukan seorang Muslim saat itu.

"Jadi kadang-kadang sebelum saya syahadat saya sudah menjalankan salat, sampai orang-orang menganggap saya itu sudah Muslim, padahal belum. Tapi saya sudah salat, saya sudah salat Jumat," katanya.

"Ada yang bilang Islam itu berat, harus salat lima waktu, puasa. Nah saya malah tertantang. Apa iya berat? Coba ah," tambah Koh Naga. 

Lalu kini setelah jadi mualaf, Koh Naga hidup dengan tenang menjalani kehidupannya. Ia bahkan sudah jadi pengurus Masjid Lautze, Jakarta Pusat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini