Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Air Seni Unta Sembuhkan Demam dan Edema di Zaman Nabi

Suherni , Jurnalis-Kamis, 30 Januari 2020 |08:36 WIB
Kisah Air Seni Unta Sembuhkan Demam dan Edema di Zaman Nabi
Ilustrasi. Foto: Reuters
A
A
A

UNTA merupakan salah satu hewan yang disebutkan dalam Alquran, dan tentunya hewan ini memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satunya adalah air kencing atau air seni unta tersebut dikisahkan pernah menyembuhkan demam dan edema di zaman Nabi Muhammad.

Dalam Alquran sendiri tertulis firman Allah SWT, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?" (Al-Ghasyiyah: 17).

"Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, la mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?" (Yasin: 71–73).

Lebih lanjut dikutip dari buku Pintar Sains Dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, halaman 140-141, karya Dr. Nadiah Thayyarah, dipaparkan riwayat Ahmad ibn Hanbal berkata, "Satu kaum dari Urainah datang kepada Nabi, mereka mengeluhkan penyakit demam di Kota Madinah. Maka, Nabi memerintahkan mereka untuk mencari penggembala unta. Kemudian mereka disuruh Nabi untuk meminum air kencing dan susu unta tersebut." (HR. Ahmad).

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik, bahwa satu kaum dari Urainah datang menemui Rasulullah, mereka terserang penyakit di Kota Madinah sehingga mereka tidak suka tinggal di sana. Maka Nabi Muhammad atau Rasul menyuruh mereka untuk mencari unta dan meminum air seni unta dan susunya. Maka mereka pun berangkat mencari unta. Setelah mereka sembuh dari penyakitnya, mereka malah membunuh para penggembala itu dan mencuri binatang ternaknya. Nabi mendengar berita tersebut di pagi hari. Beliau langsung mengirim orang untuk mengejar mereka. Pada siang hari, mereka pun ditangkap dan dibawa menghadap Nabi. Nabi langsung memerintahkan untuk memotong tangan dan kaki mereka, dan mencolok mata mereka dengan paku. Kemudian mereka dijemur di bawah terik matahari. Mereka meminta air minum, tetapi tidak diberi. Abu Qallabah berkata, "Mereka adalah kaum yang mencuri, membunuh dan kafir setelah beriman. Mereka memerangi Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement