Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kembangkan Ilmu Pengetahuan, Muslim di Andalusia Ibarat Mentari Hadirkan Cahaya

Kembangkan Ilmu Pengetahuan, Muslim di Andalusia Ibarat Mentari Hadirkan Cahaya
Muslim di Andalusia kembangkan pengetahuan (Foto: Flickr)
A
A
A

Di samping itu, mereka juga belajar tentang puisi, penulisan surat, mengarang, tata bahasa Arab, dan seni kaligrafi. Secara formal, pendidikan menengah tidak ada.

Para pelajar disediakan pelajaran yang cukup sebagai bekal mereka untuk meneruskan ke lembaga-lembaga pendidikan tinggi atau universitas.

Menurut Al-Maqarri seorang sarjana Aljazair yang lahir di Tlemcen pada 1577, kurikulum sekolah di Andalusia terdiri dari pelajaran membaca Alquran dan memahaminya.

Pelajaran tentang ketuhanan (teologi) sangat ditekankan dan menjadi pelajaran utama. Mata pelajaran lainnya adalah filsafat, tata bahasa Arab, puisi, retorika, sejarah, geografi, dan bahasa. Pendidikan masyarakat Andalusia tidak menganut dualisme pendidikan agama dan non-agama.

Alhasil, sistem Pendidikan seperti ini sukses melahirkan para sarjana dan ilmuwan yang menguasai berbagai bidang keilmuan sekaligus.

Seperti dilansir dari Suara Muhammadiyah, lembaga pendidikan di Andalusia terdiri dari rumah pribadi, masjid, istana khalifah, kediaman wazir atau gubernur, majelis, kelompok kesusastraan, kedai, dan pasar buku. Rumah-rumah pribadi biasanya digunakan untuk pendidikan dasar. Kebanyakan masyarakat Andalusia menerima pendidikan sejak kecil di rumah masing-masing.

Selain rumah pribadi, rumah-rumah para ulama dan cendikiawan muslim juga sering dikunjungi oleh para pelajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Misalnya, Ahmad bin Sa’id al-Ansari seorang guru besar (syekh) di Toledo mempunyai sekitar 40 orang murid di rumahnya

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement