Generasi milenial selain rajin beribadah juga harus produktif dan mengusahakan masa depan yang baik. Sejatinya ajaran agama Islam telah memberikan resep yang sangat relevan untuk dijadikan bahan refleksi bagi generasi milenial.
Ada berbagai resep yang bisa dilakukan agar menjadi generasi milenial yang produktif di antaranya:

1. Menuntut ilmu
Resep pertama¸menuntut ilmu. Menuntut ilmu sudah menjadi kewajiban bagi setiap manusia di muka bumi ini. Menuntut ilmu menjadi bukti kontribusi dan dedikasi yang dilakukan oleh generasi milenial bagi peradaban dunia. Allah SWT berfirman,
ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١
“Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (Al-Mujadilah [58]: 11).
Dan Rasul bersabda,
“Barangsiapa berjalan di satu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu tanda ridha dengan yang dia perbuat”. (HR. Muslim). Oleh karena itu, generasi muda mulai detik harus mulai meningkatkan spirit untuk menuntut ilmu agar bisa meraih pahala yang akan diberikan kepada Allah tersebut.
2. Memiliki integritas mulia
Resep kedua, memiliki integritas yang mulia. Akhlak merupakan perangai serta tingkah laku yang terdapat pada diri seseorang yang telah melekat, dilakukan dan dipertahankan secara terus menerus. Mempertahankan akhlak yang baik itu sangat sukar untuk dilakukan. Kesukaran tersebut diakibatkan dengan godaan setan yang menyelimuti pikiran dan hati manusia.
Seperti dilansir dari Suara Muhammadiyah, setan sangat lihai menyesatkan manusia untuk mengkroposkan akhlak yang baik. Setan suka pada akhlak yang keji, maka dari itu setan mencari manusia yang lemah agar bisa dimasuki oleh akhlak yang keji tersebut. Inilah yang menjadi cobaan bagi kita generasi milenial.
Sekarang banyak dari generasi milenial yang tidak bisa menjaga akhlak yang mulia. Mereka justru menampakkan akhlak yang buruk (madzmumah) yang telah dilarang oleh Islam. Kita seharusnya malu dengan Rasul. Beliau pada zamannya selalu mendapatkan penyiksaan dari Kaum Quraisy, berupa mengolok-olokan dan berkata tidak sopan kepada baginda. Akan tetapi, beliau tidak membalasnya sedikit pun. Justru beliau berdoa kepada Allah agar mereka sadar bahwa apa yang dilakukan mereka merupakan rayuan setan yang sangat halus tersebut. Beliau sadar bahwa inilah tantangan yang harus dihadapinya karena tugas beliau, aku di utus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR. Bukhari).
Dalam redaksi surat Alquran, ada satu surat yang berkorelasi dengan hadits tersebut,
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ٤
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (QS. Al-Qalam [68]: 04).