nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sains dalam Alquran, Awan yang Menimbulkan Hujan

Suherni, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 13:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 07 614 2164849 sains-dalam-alquran-awan-yang-menimbulkan-hujan-BDg13tnILC.jpg Awan menimbulkan hujan (Foto: Shutterstock)

Ayat di atas mengaitkan hubungan antara butiran es dan kilat. Butiran es berperan melahirkan muatan-muatan listrik pada lapisan-lapisan bawah, terjadi electric discharge (perpindahan arus listrik) yang cukup besar dan menimbulkan bunga api sepanjang tiga mil. Saat itulah terjadi kilat dan guntur. Electric discharge terkadang juga terjadi di antara awan dan bumi, yaitu ketika posisi awan berada cukup dekat dengan bumi dan memiliki muatan listrik yang tinggi.

Jika electric discharge terjadi di antara awan dan benda apa pun yang jauh tinggi di atas permukaan bumi, maka hal tersebut akan menimbulkan apa yang disebut petir (sha'iqah). Orang-orang akan lebih berhati-hati terhadap petir bila berada di dalam mobil tertutup, pesawat terbang, atau di dalam bangunan yang berkerangka logam. Sebab, perpindahan arus listrik bisa terjadi pada atap berbahan logam.

Perpindahan arus listrik juga bisa terjadi pada sesuatu yang panjang dan berada di tempat terpisah. Oleh sebab itu, saat terjadi petir, orang-orang biasanya menjauh dari pepohonan, berhenti bermain golf atau dayung.

Ayat yang sama juga mengisyaratkan mukjizat lain, yaitu kilat yang dapat mengaburkan atau menghilangkan penglihatan. Ajaibnya, itulah di cuaca hujan yang disertai petir, utamanya di daerah-daerah beriklim tropis.

Kilauan kilat mencapai 40 kali per detik, membuat pilot pesawat terbang kehilangan pandangannya dan tak mampu meneruskan penerbangannya.

Pengetahuan ini dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, karya Dr. Nadiah Thayyarah.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini