Pelajaran yang Dapat Diambil dari Kesombongan Firaun Sehingga Ditimpa Azab

Tiara Syifa, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 12 614 2167259 pelajaran-yang-dapat-diambil-dari-kesombongan-firaun-sehingga-ditimpa-azab-APrz7IP9xE.jpg Jasad Firaun (Foto: Nature)

SAAT kecil, seringkali kita mendengar kisah tentang kekejaman Firaun terhadap Bani Israil yang meninggalkan hikmah besar bagi umat Islam. Bahkan Firaun mengaku sebagai Tuhan, akibat kesombongannya itu dia pun dilaknat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Banyak orang-orang jahat yang disebutkan di dalam Alquran. Namun, Firaun menempati urutan kedua setelah setan. Melansir About Islam, Selasa (11/2/2020), dalam surat An-Nas, Allah berfirman:

“Saya berlindung kepada Tuhannya manusia, penguasa umat manusia, dewa umat manusia, dari kejahatan (bisikan) yang tersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari kalangan jin dan umat manusia.” (Quran 114)

Pada ayat tersebut ditemukan tiga kali penyebutan nama Allah.

Rabb An-Nas (Penguasa manusia), Malik An-Nas (Raja manusia), Illah An-Nas (Dewa manusia).

Allah berfirman tentang Fir’aun:

Dan ia berkata, “Aku adalah tuanmu yang paling mulia.” (Quran 79:24).

Fir’aun berkata tentang dirinya, “Aku Tuhan.” Bisikan terbesar dari setan adalah apa yang seharusnya dikaitkan dengan Allah, ia malah menghubungkannya dengan diri sendiri. Dan Fir’aun berseru kepada bangsanya: Ia berkata, “Wahai bangsaku, bukankah kerajaan Mesir menjadi milikku, dan sungai-sungai ini mengalir di bawahku: Maka apakah kamu tidak melihatnya?” (Quran 43:51).

Di sana Fir’aun menyatakan dirinya sebagai Raja. Kemudian, ia menoleh kepada para pemimpinnya dan berkata: “… Wahai yang terkemuka, saya belum tahu Anda memiliki dewa selain saya.” (Quran 28:28).

Pelajaran yang dapat diambil adalah Allah telah memberikan peringatan di dalam Alquran. Hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah bisikan setan yang dapat memimpin semua itu.

Masalah terbesar yang terdapat di diri setan dan dapat ditanamkan ke dalam diri manusia adalah kesombongan. Manifestasi terburuk dari kesombongan tersebut adalah sikap Firaun.

Namun, kamu tidak perlu menjadi Firaun terlebih dahulu untuk merasa khawatir berada di jalan yang sama dengannya. Kamu tidak hidup di waktu orang menyatakan dirinya sebagai Tuhan atas orang lain, tetapi hidup di masa orang menyatakan dirinya sebagai Tuhan atas dirinya sendiri.

“Saya adalah diri sendiri, saya adalah tuan saya sendiri …”

Mereka menyatakan diri sebagai raja mereka sendiri, “Raja adalah rumah saya, raja adalah wilayah saya, raja adalah kewenangan saya …”

Mereka menyatakan diri sebagai Tuhan mereka sendiri dan keinginan mereka menjadi Tuhan diri sendiri. “Pernahkah Anda melihat orang yang menganggap keinginannya sendiri sebagai Tuhannya …” (Quran 45:23).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Saat ini, kamu hidup di masa tiap individu dapat berubah menjadi Fir’aun mini tanpa menyadarinya. Tidak harus memiliki kastil yang besar dan beratarung dengan utusan lalu bersikap sombong menantang Allah, tetapi konsep ego yang dihancurkan secara terbuka adalah, “Saya membutuhkan perlindungan Allah, saya datang dalam ketaatan-Nya.”

Pelajaran yang dapat diambil adalah iblis mengakui ketuhanan Allah, tetapi ingin agar manusia melupakannya. Dia ingin manusia melupakan keesaan Tuhan dan ingin menjadi tidak tahu berterima kasih.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya