Arastu mengatakan, ia menemukan semacam kebebasan dalam seni kaligrafi. "Bahkan tulisan kaligrafi saya lebih liris. Dalam satu coretan terdapat makna yang terhubung kepada Allah."
Serangan teror 11 September mendorongnya untuk membuat karya seni kaligrafinya dikenal publik. Dia dan keluarganya tinggal di Pennsylvania pada saat itu.
"Untuk pertama kalinya saya menyadari bahwa saya harus memberikan informasi kepada orang-orang yang mempertanyakan Islam. Saya seorang muslim dan saya wajib menjelaskan kalau Islam adalah agama yang indah," ujar Arastu.
"Saya juga mulai membaca Alquran dengan lebih serius,” tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)