Tahukah Anda, Ternyata Kopi Minuman Favorit Para Sufi

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 614 2168251 tahukah-anda-ternyata-kopi-minuman-favorit-para-sufi-9rILhvKqlZ.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

SAAT ini sedang tren meminum kopi di Indonesia, khususnya di kalangan anak muda. Tapi tahukah Anda, ternyata kopi juga dianggap sebagai bagian dari perjalanan Islam.

“Entah bagaimana awalnya sehingga kopi dianggap sebagai warisan Islam bagi dunia,” kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin kepada Okezone pada Rabu 12 Februari 2020.

Ainul Yaqin mengatakan, keberadaan kopi ini bermula pada abad ke-9 tepatnya di Afrika Timur, namun sebagian ada yang menyebutkan bahwa kopi muncul pada pertengahan abad ke-15. Kala itu kopi menyebar di daerah Yaman dan Mesir, dan di dua kawasan tersebut menjadi tempat kelahiran para Ahlu Suffah (para Sufi).

Saat itu kopi diolah menjadi salah satu minuman nikmat, dan akhirnya kopi pun menjadi hidangan favorit para Sufi. Oleh karenanya diperbolehkan meminum kopi karena dianggap sebagai minumannya para ahli flisuf dunia.

Lebih lanjut, kata dia, kopi dianggap sebagai salah satu minuman terbaik yang bisa dinikmati. Apalagi ketika waktu santai, bisa menikmatinya bersama teman sehingga dapat menyambung tali silaturahmi.

“Menikmati apapun kalau tujuanya adalah dalam rangka kebaikan pastilah diperbolehkan. Terlebih diniatkan meminum kopi membangun silaturahim, merekatkan emosional sesama Muslim, untuk bertadabur akan kebesaran Allah SWT, untuk bertafakur tentang alam raya dan isinya. Apalagi kopi dengan kepekatanya dianggap bisa mengentalkan dan mengkokohkan zikir dan taqorub padaNya,” tutur Ainul.

Kebaikan tentang meminum kopi juga dijelaskan dalam suatu riwayat, Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami pernah mengungkapkan keindahan dalam segelas Kopi :

ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة للأسرار مذهبة للأكدار

Artinya: “Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah dijadikan oleh Ahli Shofwah (Orang-Orang yang bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia Tuhan, penghapus kesusahan.”

Sementara itu, dilansir dari laman NU Online, dikutip oleh Al Allamah Abdul Qodir Bin Muhammad Al Jaziry dalam kitab Umdatus Shofwah fi Hukmil Qohwah, menjelaskan, bahwa beberapa ulama berfatwa terkait dengan hukum meminum kopi seperti yang dilakukan para Sufi, di antaranya Syidi Syeh Zakariya Al anshori, Syidi Syeh Abdurrohman Bin Ziyad , Syidi Syeh Zarruq Al Maliki Al Maghribi, Syidi Syeh Abu Bakr bin Salim Attarimi, dan Syidi Syeh Abdulloh Al Haddad.

Misalnya salah seorang Sufi ternama, Al Imam Al Faqih Syekh Bamakhramah, ia menulis syair tentang kopi. Kemudian tokoh ulama dari Indonesia Al-Allamah Syeh Ikhsan Jampes Kediri dalam kitabnya Irsyadul Ikhwan fi Syurbil Qohwah wa Addukhon, juga Syeh abdul Qodir Bin Syekh dalam kitab Shofwatu As Shofwah fi Bayan hukmil Qohwah, menjelaskan:

ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة للأسرار مذهبة للأكدار وقد اختلف في حلها اولا وحاصل ما رجحه ابن حجر في شرح العباب بعد ان ذكر أنها حدثت في اول قرن العاشر . ان للوسائل حكم المقاصد ،فمهما طبخت للخير كانت منه وبالعكس فافهم الأصل

Artinya: “Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah dijadikan oleh Ahli shofwah (orang orang yang bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia Tuhan, penghapus kesusahan. Para ulama berbeda pendapat akan kehalalannya, namun alhasil yang diunggulkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Syarhul Ubab setelah penjelasan bahwa asal usul kopi di awal abad kesepuluh hijriyah memandang dari Qoidah 'bagi perantara menjadi hukum tujuannya' maka selama kopi ini dimasak untuk kebaikan maka mendapat kebaikannya begitu juga sebaliknya, maka pahami asalnya." Begitu juga hasil penelitian saya juga selama di Yaman khususnya yang saya lihat sendiri di daerah Mukalla, Tarim, Sihr dan Seiyun ketika saya menghadiri Majlis-Majlis Ilmu, ba'da tarawih ataupun Majlis Sholawat dan Hadroh saya mendapati semuanya menghidangkan kopi sambil membaca Qosidah. Memang jelas sekali bahwa Ulama Sufi ketika menikmati kopi tiada lain adalah agar supaya bisa menolak rasa ngantuk jika akan beribadah dan menjadikan tubuh bersemangat untuk berdzikir kepada Allah SWT”.

Kemudian kopi juga dijelaskan dalam kitab Tarikh Ibnu Toyyib, yaitu:

يا قهوة تذهب هم الفتى # انت لحاوى العلم نعم المراد

شراب اهل الله فيه الشفا # لطالب الحكمة بين العباد

حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد

"Kopi adalah penghilang kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari ilmu. Kopi adalah minuman orang yang dekat pada Allah di dalamnya ada kesembuhan bagi pencari hikmah di antara manusia. Kopi diharamkan bagi orang bodoh dan mengatakan keharamannya dengan keras kepala."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini