nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Pendiri Universitas Tertua Dunia, Seorang Janda Muslim Visioner Fatima Al-Fihri

Annisa Ratna Setiawati, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 11:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 15 614 2168889 mengenal-pendiri-universitas-tertua-dunia-seorang-janda-muslim-visioner-fatima-al-fihri-7A8tW2SnCo.jpg Universitas tertua dunia (Foto: Reza Mir)

Tahukah Anda bahwa universitas pertama yang memberikan gelar adalah penemuan muslim dan didirikan oleh seorang perempuan muslim?

Memang pada awal sejarah Islam, masjid-masjid berfungsi ganda sebagai tempat ibadah dan  sekolah. Orang yang memimpin salat juga akan mengajar sekelompok siswa muslim mengenai ilmu-ilmu Islam seperti Alquran, fikih, dan hadist.

Ketika dunia Islam tumbuh maka perlu dibangun lembaga formal yang didedikasikan untuk pendidikan siswa. Lembaga itu dikenal sebagai madrasah.

 Universitas Qarawiyyin

Madrasah formal alias universitas pertama adalah Universitas Qarawiyyin. Sejatinya universitas itu didirikan pada 859 oleh seorang muslimah terpelajar, Fatima Al-Fihri di Fez, Maroko.

Universitas tersebut menarik beberapa cendekiawan terkemuka di Afrika Utara untuk melakukan studi di sana. Banyak orang-orang terpandai belajar di universitas tersebut.

Dilansir dari About Islam, Sabtu (15/2/2020), Fatima Al-Fihri lahir di daerah yang dikenal sebagai Tunisia saat ini. Keluarganya bermigrasi dari Tunisia ke Kota Fez di Maroko pada abad kesembilan.

Keluarga Fatima diberkati dengan kekayaan dan kemakmuran. Ayahnya, Muhammad bin Abdullah Al-Fihri menjadi pengusaha sukses di Fez. Selain itu Fatima dan saudara perempuannya, Mariam, juga berpendidikan tinggi.

Setelah kematian suami, ayah, serta saudara lelakinya, Fatima dan saudara perempuannya menerima warisan yang cukup besar dari kekayaan sang ayah untuk memastikan kemandirian finansial mereka. Fatima dan saudarnya Mariam merupakan perempuan dengan visi luar biasa.

Mereka menyaksikan masjid-masjid lokal di Kota Fez sudah penuh sesak karena meningkatnya populasi jamaah. Selain itu pengungsi dari Spanyol Islam juga berdatangan.

Menyaksikan hal itu, Fatima akhirnya mendirikan kompleks Masjid Al-Qarawiyyin. Ia juga mendirikan Universitas Qarawiyyin di dalam kompleks masjid tersebut yang masih berdiri hingga sekarang.

Universitas Qarawiyyin dianggap oleh para sejarawan sebagai institusi pendidikan tinggi tertua yang memberikan gelar dan terus beroperasi hingga saat ini. Universitas Bologna di Italia dan Oxford di Inggris didirikan pada abad ke-11 dan ke-12, melanjutkan tradisi muslim dalam memberikan gelar kepada mahasiswa yang sudah lulus.

Lokasi universitas di dalam kompleks masjid, menarik para cendekiawan dari berbagai tempat. Lokasi universitas yang berada di kompleks Masjid Al-Qarawiyyin, membuat para cendekiawan tertarik.

Universitas Qarawiyyin menghasilkan para pemikir hebat seperti Abu Al-Abbas, ahli hukum Muhammad Al-Fasi, dan Leo Africanus, seorang pengembara dan penulis terkenal.

Nama-nama terkemuka lainnya yang terkait dengan lembaga ini termasuk ahli hukum Maliki Ibn Al-Arabi, sejarawan Ibnu Khaldun, dan astronom Al-Bitruji (Alpetragius).

Universitas Qarawiyyin juga memainkan peran utama dalam hubungan budaya dan akademik, antara dunia Islam dan Eropa. Pencapaian universitas yang luar biasa menarik perhatian Gerber dari Auvergne yang menjadi Paus Sylvester II, untuk memperkenalkan angka-angka Arab dan konsep nol ke Eropa di abad pertengahan.

Salah satu mahasiswa paling terkenal di Universitas Qarawiyyin adalah filsuf, teolog, astronom, dan dokter Yahudi, Maimonides.

Di samping Alquran dan fikih, mata pelajaran lain yang juga diajarkan di Universitas Qarawiyyin antara lain tata bahasa, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah, geografi, serta musik.

Secara bertahap, berbagai mata pelajaran yang lebih luas diperkenalkan khususnya dalam ilmu alam, fisika, dan bahasa asing.

Fatima Al-Fihri yang sudah menjadi janda memilih untuk mendedikasikan hidupnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan Islam. Ia juga mendirikan perpustakaan di Universitas Qarawiyyin, yang merupakan salah satu perpustakaan tertua di dunia.

Perpustakaan itu kaya akan karya sastra Islam tertua, di sana juga melestarikan beberapa manuskrip Islam yang paling berharga. Manuskrip yang disimpan aman di antaranya adalah volume dari Al-Muwatta Malik terkenal yang ditulis di perkamen gazelle, Sirat Ibn Ishaq.

Selain itu juga salinan Alquran yang diberikan kepada universitas oleh Sultan Ahmad al-Mansur pada 1602, dan salinan buku Ibn Khaldun Al-'Ibar asli.

Koleksi perpustakaan berisi lebih dari 4000 manuskrip, termasuk Alquran abad ke-9 dan koleksi Hadits paling awal.

Menurut UNESCO, Universitas Qarawiyyin adalah lembaga pendidikan operasional tertua di dunia. Fakta bahwa universitas pertama di dunia didirikan oleh seorang perempuan, memang sangat menarik. Terlebih lagi perempuan itu merupakan seorang muslim dan seorang janda yang visioner. Benar-benar mengagumkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini