Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Marinir Muslim Amerika Melawan Stigma Negatif terhadap Islam

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Minggu, 16 Februari 2020 |15:08 WIB
Kisah Marinir Muslim Amerika Melawan Stigma Negatif terhadap Islam
Ilustrasi. Foto diambil dari VoA yang sumber aslinya dari Twitter.
A
A
A

STIGMA negatif terhadap umat Islam di Amerika Serikat meningkat usai tragedi 11 September. Yaitu suatu serangan teroris yang menabrakkan dua pesawat ke Menara Kembar World Trade Center di New York pada 11 September 2001.

Meski sudah lama berlalu, hingga kini kejadian tersebut masih menyisakan efek negatif terhadap umat Islam di Amerika. Padahal Muslim atau Islam adalah agama yang damai, melarang menyakiti orang apalagi membunuh seperti yang dilakukan teroris.

Dilansir dari VoA pada Minggu (16/2/2020), setelah tragedi 11 September, pandangan masyarakat dunia -khususnya Amerika Serikat- terhadap dunia Islam tidak semakin baik dalam beberapa tahun belakangan. Pandangan itu nyatanya dirasakan mantan anggota Korps Marinir Amerika pemeluk Islam, Mansoor Tahir Shams, ketika ia masih bertugas dalam kesatuan militer tersebut.

Mansoor, yang mengabdi selama empat tahun di Korps Marinir membagikan kisahnya ketika harus menghadapi perubahan sikap dari sebagian rekan kerjanya pasca Tragedi 11 September terkait identitasnya sebagai seorang Muslim. Ia kini menjadi seorang pengusaha sekaligus pemimpin muslim di komunitasnya.

"Awalnya saya mengikuti suatu ujian -ujian standar, di mana hasilnya akan menentukan penempatan Anda, pekerjaan seperti apa yang Anda bisa dapatkan di kemiliteran. Entah kenapa, yang membuat saya tertarik dengan Korps Marinir adalah karena mereka pasukan elit," katanya.

"Saya ingin menjadi yang terbaik; dan yang terbaik adalah Korps Marinir. Itu yang kemudian membantu saya sukses dalam hidup, terutama jika dikaitkan dengan perdebatan saat ini. Tidak pernah terpikir bahwa keyakinan saya dan bergabungnya saya dengan Marinir atau identitas saya sebagia orang Amerika akan menjadi sebuah konflik kepentingan," lanjut Mansoor.

Setahun setelah ia bergabung, peristiwa 9/11 terjadi, dan peristiwa itu berdampak pada dirinya.

"Secara pribadi, saya (red. sebagai Muslim) tidak pernah mengalami konflik kepentingan apa pun. Tentu saja orang-orang di sekitar saya - sesama anggota marinir, saya pikir, beberapa di antaranya berubah. Saya jadi tahu pola pikir mereka yang sebelumnya tidak saya sadari, mengaitkan Islam dengan para pembajak pesawat dalam tragedi 11 September; lalu dengan bercanda menyebut seseorang sebagai Taliban atau teroris," jelas Mansoor.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement