Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Marinir Muslim Amerika Melawan Stigma Negatif terhadap Islam

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Minggu, 16 Februari 2020 |15:08 WIB
Kisah Marinir Muslim Amerika Melawan Stigma Negatif terhadap Islam
Ilustrasi. Foto diambil dari VoA yang sumber aslinya dari Twitter.
A
A
A

"Seiring waktu saya perlu memberi mereka penjelasan, menghentikan semua itu; bahwa hal itu bukanlah jati diri saya, bukan ajaran agama Islam; bahwa saya cinta negeri ini seperti kalian; bahwa ada perbedaan besar antara apa yang terjadi pada 11 September dengan jati diri saya," katanya.

Mansoor menjelaskan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di Amerika, seperti dikaitkan dengan Taliban atau teroris.

"Seperti saya katakan sebelumnya, stereotip yang lebih besar menjadi bahan lelucon mereka yang mungkin tidak mengenal apa itu Islam; saya harus mengakui bahwa memang ada tantangan lain yang saya hadapi." katanya.

"Pada saat bersamaan, sebagian besar pengalaman saya di Korps Marinir adalah pengalaman yang baik, tapi jika bersinggungan dengan orang-orang dengan stereotip tertentu, lelucon itu muncul. Hal itu memengaruhi saya selama saya berada di sana," jelas Mansoor.

Keyakinannya segera dikaitkan pula dengan nasionalisme.

"Jika saja media sosial sudah ada kala itu, saya yakin sudah banyak reaksi negatif yang saya dapatkan. Saya sebagai warga Amerika Muslim yang juga anggota Korps Marinir dicaci maki oleh warga Amerika, sekaligus oleh masyarakat Muslim. Penganut Islam menyebut saya kurang Islami, sementara warga Amerika menyebut saya kurang nasionalis," paparnya.

Ia memberikankan contoh ketika dunia Muslim saling berperang, misalnya Pakistan dan India; di masing-masing negara itu ada orang islam yang menjadi tentara.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement