nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ulama Terdahulu Puasa Rajab 10 Hari, Ini Bacaan Niatnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 10:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 24 330 2173089 ulama-terdahulu-puasa-rajab-10-hari-ini-bacaan-niatnya-vuKMDdjaxC.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

RAJAB merupakan salah satu bulan yang sangat diberkahi Allah SWT. Di dalamnya terdapat banyak sekali keutamaan yang sayang untuk dilewatkan sebagai momentum untuk meningkatkan amal ibadah.

Salah satu amalan yang paling sering dilakukan pada bulan Rajab adalah menjalankan puasa Rajab. Wakil Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) KH Sirril Wafa pun menyerukan agar umas Muslim menjalankan puasa sunah tersebut.

"Ada imbauan perbanyak istighfar dan puasa snnah (red. Rajab)," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (24/2/2020).

Lebih lanjut, kata dia, para ulama pada periode awal atau ulama terdahulu juga menjalankan puasa sunah di bulan tersebut. Bahkan mereka para ulama berpuasa selama 10 hari, yakni dari tanggal 1 hingga 10 Rajab.

Berikut ini adalah niat puasa sunah Rajab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.

Puasa Rajab sendiri sudah bisa dilaksanakan besok, sebab berdasarkan perhitungan Lembaga Falakiyah PBNU, awal Rajab jatuh pada 25 Februari 2020.

Sementara itu, dilansir dari laman resmi NU Online, Rajab sendiri atau biasa dikenal dengan sebutan 'Al-Ashamm' الأصم atau 'yang tuli'. Serta dalam istilah lainnya bulan Rajab atau 'Rajam' artinya melempar, hal ini dikarenakan setan-setan pada waktu tersebut dikutuk oleh Allah dan dilempari, sehingga mereka (setan) tidak akan menyakiti orang-orang saleh.

Allah SWT berfirman dalam Surah At Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa"

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini