nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Hukum Menggabungkan Puasa Rajab dengan Puasa Qadha

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 13:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 24 330 2173214 ini-hukum-menggabungkan-puasa-rajab-dengan-puasa-qadha-gJyZzknBuo.jpg Ilustrasi puasa. Foto: Onni

PADA bulan Rajab setan-setan dilempari dan dikutuk supaya tidak mengganggu atau menggoda orang-orang saleh dan salehah. Hal itu menjadikan bulan ini istimewa bagi umat Islam.

Kemudian untuk menghargai bulan Rajab, setiap Muslim dianjurkan menjalankan amalan-amalan sunah, contohnya puasa Rajab. Hanya saja dalam pelaksanaan puasa tersebut muncul pertanyaan, bagaimana hukum menggabungkannya dengan puasa qadha atau puasa Ramadan yang terpaksa ditinggalkan tahun lalu dan hendak ditunaikan sekarang?

Menjawab pertanyaan tersebut, Wakil Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), KH Sirril Wafa mengatakan hukumnya mubah atau boleh.

"Boleh, tapi yang diutamakan puasa qadhanya. Puasa qadha sebagai niat utama, sementara puasa sunah Rajab sebagai niat keduanya (yang mengikutinya)," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (24/2/2020).

Sementara itu Ketua Ikatan Sarajana Quran dan Hadist Ustadz Fauzan Amin menuturkan, wajib mendahulukan sesuatu yang hukumnya memang diwajibkan, misalnya melaksanakan puasa qadha atau puasa Ramadan yang sempat ditinggalkan dan hendak ditunaikan pada Rajab.

"Wajib mendahulukan perintah wajib daripada perintah sunah. Puasa qadha hukumnya wajib, dan jika tidak dilakukan dosa. Sementara puasa Rajab hukumnya sunah, jika ditinggal tidak dosa," ucapnya kepada Okezone.

Lebih lanjut, kata dia, jika keduanya digabungkan antara puasa sunah Rajab dan puasa qadha, hukumnya sah apabila dilakukan dengan niat berpuasa secara mutlak.

“Artinya tidak disyaratkan ta’yin (menentukan jenis puasanya). Contoh berniat 'Aku niat puasa karena Allah' tidak perlu ditambahkan karena melakukan kesunahan puasa Rajab," terangnya.

"Dengan alasan di atas syaikh Al Barizi mengatakan, bahwa niat menggabungkan dua puasa tersebut hukumnya sah. Bahkan walaupun cuma niat qadah puasa ramadan saja, pahalanya bisa berlipat," tambah Fauzan.

Hal ini seperti dijelaskan oleh Syekh al-Barizi berfatwa, bahwa apabila seseorang berpuasa qadha (Ramadan) atau lainnya di hari-hari yang dianjurkan berpuasa, maka pahala keduanya bisa didapat. Baik disertai niat berpuasa sunah ataupun tidak.

"Selengkapnya baca penjelasan di dalam kitab Fathul Mu’in dan Hasyiyah I’anatuth Thalibin," katanya.

Sementara dilansir dari laman resmi Lirboyo, menanggapi hal tersebut, para ulama berbeda pendapat. Sebagian besar para ulama mengatakan, praktik menggabungkan puasa sunah dan qadah hukumnya diperbolehkan. Kemudian orang yang menjalankannya akan mendapatkan kedua pahala puasa sekaligus.

Imam Al-Bujairomi menjelaskan dalam salah satu kitabnya:

قَدْ يُوجَدُ لِلصَّوْمِ سَبَبَانِ كَوُقُوعِ عَرَفَةَ وَعَاشُورَاءَ يَوْمَ اثْنَيْنِ أَوْ خَمِيسٍ وَكَوُقُوعِهِمَا فِي سِتَّةِ شَوَّالٍ فَيَتَأَكَّدُ صَوْمُ مَا لَهُ سَبَبَانِ رِعَايَةً لِكُلٍّ مِنْهُمَا فَإِنْ نَوَاهُمَا حَصَلَا كَالصَّدَقَةِ عَلَى الْقَرِيبِ صَدَقَةً وَصِلَةً وَكَذَا لَوْ نَوَى أَحَدَهُمَا فِيمَا يَظْهَرُ

Artinya: "Terkadang dalam puasa itu terdapat dua sebab, seperti puasa Arafah atau Asyuro yang jatuh pada hari senin atau kamis, atau puasa hari senin dan kamis yang dilakukan dalam tanggal enam hari pertama di bulan Syawal (selain tanggal 1 Syawal). Maka puasa yang memiliki dua sebab tersebut memiliki anjuran lebih demi menjaga kesunahan dua sebab tersebut. Apabila kedua puasa itu diniati maka ia akan mendapatkan kedua pahalanya, seperti seseorang yang bersedekah pada kerabatnya ia akan mendapatkan pahala sedekah sekaligus pahala silaturahim. Menurut pendapat yang lain, meskipun ia niat salah satu saja ia akan mendapat pahala keduanya."

Kemudian menurut Imam Abi Makhromah berpendapat, jika puasa sunah dan wajib diniatkan sekaligus, maka hukumnya tidak sah. Namun pendapat tersebut diungkapkan oleh mayoritas ulama yang diunggulkan oleh Imam ar-Romli. Ia mengatakan apabila kedua puasa itu terdiri dari puasa wajib (Qodha atau Kafarat) dan puasa sunah, maka cukup dengan niat puasa wajib akan mendapatkan pahala puasa sunahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini