Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Perang Tabuk, Perang Terakhir Nabi Muhammad

Novie Fauziah , Jurnalis-Rabu, 26 Februari 2020 |09:13 WIB
Kisah Perang Tabuk, Perang Terakhir Nabi Muhammad
Ilustrasi Penduduk Arab zaman dulu. Foto: Baztab
A
A
A

Perang Tabuk juga dinamakan dengan perang al-Usroh ( kesulitan). “Pasukan perangnya dalam posisi prihatin (harta, perbekalan, kendaraan) namun tidak mengurangi semangat untuk tetap berjuang,” katanya.

Perjuangan Nabi Muhammad, para sahabat dan juga umat Islam lainnya pun diceritakan di dalam Alquran. Allah berfirman:

تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu." (At-Taubah/9:117).

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement