Masjid Jami Bengkulu, Saksi Bisu Perjalanan Bumi Rafflesia

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 615 2180361 masjid-jami-bengkulu-saksi-bisu-perjalanan-bumi-rafflesia-JFQHbQ1OcH.jpg foto:pesona.travel

MASJID Jami Bengkulu menjadi salah satu tempat yang diincar para wisatawan saat berkunjung ke Bumi Rafflesia. Masjid ini dibangun pada abad ke 18 ini juga dikenal sebagai Masjid Jami Tengah Padang atau Surau Gedang.

Saat awal dibangun, Masjid Jami Bengkulu terlihat sangat sederhana. Terbuat dari kayu dan beratapkan daun rumbia. Masjid ini didirikan oleh Daeng Makulle saat dia diangkat menjadi Datuk Dagang dari daerah Tengah Padang.

ist

Foto: pesona.travel

Dilansir dari laman Wonderful Indonesia, Senin (9/3/2020), Di abad ke-20, masyarakat ingin melakukan perbaikan Masjid Jami Bengkulu karena sudah sangat tua dan kurang dirawat. Keinginan tersebut bersamaan dengan dibuangnya Bung Karno beserta keluarga ke Bengkulu pada 1938-1942.

Bung Karno membantu masyarakat merancang perbaikan salah satu tempat beribadah kaum tuo, yakni golongan kaum Islam yang disebut Bung Karno bigotedly orthodox. Dia mendatangi orang-orang yang dituakan atau berpengaruh dari golongan kaum tuo, lalu membujuk mereka untuk memperbarui Masjid Jami Bengkulu yang sudah rusak.

Usaha Bung Karno merenovasi masjid tak terlepas dari berbagai perlawanan. Namun akhirnya Bung Karno berhasil meyakinkan mereka. Hingga akhirnya tercapailah kesepakatan untuk mengganti masjid lama dengan masjid baru sesuai rancangan Bung Karno.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bung Karno merancang bagian atap dan tiang-tiang Masjid Jami Bengkulu. Atap masjid berbentuk tumpang tiga. Tingkat dua dan tiga atap berbentuk limasan kerucut dengan celah pada pertengahan atap.

Atap bersusun dengan aksen tekukan dan hiasan kemuncak. Atap dan ruang plafon dibuat relatif tinggi seolah-olah menyentuh langit alias skala Tuhan. Ditambahkan pula tiga pilar berjajar paralel yang berornamen ukiran kayu di bagian kepala pilarnya. Pilar besar berukuran sekitar 40×80 cm memastikan bahwa Sukarno telah mempersiapkan bangunan ini kelak tahan terhadap cakaran zaman.

Melalui ukiran dekoratif kepala pilar, Sukarno telah menciptakan seni kria ukir, sebuah gagasan baru bila dikaji pada masa berdirinya Masjid Jami Bengkulu.

Peristiwa renovasi Masjid Jami Bengkulu dapat dipandang penting dari sudut karya arsitektur, sekaligus sebagai tanda kemenangan kaum muda muslim Bengkulu yang diwakili oleh Sukarno.

Masjid Jami Bengkulu adalah satu dari lima karya arsitektural Bung Karno yang ditemukan selama masa pengasingan di Bengkulu. Empat lainnya adalah rumah tinggal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya