Ada salah satu dari jutaan makhluk kecil itu masuk ke rongga kepala Namrud melalui lubang hidungnya. Dan berdiam di sana selama ratusan tahun menyiksa kepalanya. Bahkan, Namrud membentur-benturkan kepalanya sebab sakit tak terkira. Hingga ajal menjemputnya.
Pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa ini, sesungguhnya kekuatan, kekayaan, dan kekuasaan bukan untuk dibanggakan, apalagi disombongkan. Namun semua itu harus disyukuri, dijadikan wasilah agar semakin dekat dengan Allah SWT. Tentu tidak ada yang mengingnkan kehadiran Namrud-Namrud lain di jaman modern ini.
Maka sebagai manusia beriman, setiap Muslim bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini bahwa tidak butuh gempa yang dahsyat dan tsunami besar agar bisa menggoncangkan suatu kekuasaan. Sebab Allah tidak segan membuat nyamuk atau sesuatu lebih besar dari itu sebagai kebenaran-Nya.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ
Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpaan seekor nyamuk atau yang lebih besar dari itu. Adapun orang-orang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpaan itu?”. Dengan (perumpaan) itu banyak orang yang dibiarkan sesat, dan dengan tu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Allah tidak menyesatkan seserang kecuali orang fasik. (Q.S Al-Baqrah: 26).
(Abu Sahma Pane)