nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bolehkah Dokter dan Perawat yang Rawat Pasien COVID-19 Menjamak Salat?

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 07:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 24 330 2188022 bolehkah-dokter-dan-perawat-yang-rawat-pasien-covid-19-menjamak-salat-zbrXyYwHlf.jpg Tenaga medis tangani COVID-19 (Foto: Raffin Medical)

Jumlah pasien yang dirawat akbat terkena COVID-19 terus meningkat. Akibatnya tenaga medis yang merawat mereka semakin sibuk.

Para tenaga medis seperti dokter dan perawat sibuk berpacu dengan waktu guna merawat para pasien COVID-19. Bagi dokter dan perawat muslim tentu mereka wajib melaksanakan salat fardhu

wabah COVID-19

Lalu bolehkah bagi dokter dan perawat untuk menjamak waktu salat saat situasi genting seperti ini?

Dai Kondang Ustaz Abdul Shomad mengatakan, berdasarkan fatwa dari Daarul Ifta (Rumah Fatwa) Mesir nomor 45-48 disebutkan boleh bagi dokter dan perawat yang sibuk merawat pasien COVID-19 untuk menjamak salat. Apalagi jika ada kekhawatiran dengan kehidupan pasien yang berpacu dengan waktu.

“Saya baru saja mendapat foto kiriman seorang perawat dengan kondisi tubuhnya tertutup semua. Bagaimana jika mereka salat. Oleh sebab itu, dokter atau perawat yang terkait dengannya mesti berada di ruang kerjanya atau ruang operasi menghabiskan seluruh waktunya di tempat kerja dan nggak mungkin berhenti. Maka dia boleh menggabungkan antara Salat Dzuhur dan Ashar atau sebaliknya. Tapi tidak boleh qoshor alias meringkas salat,” kata Doktor Ilmu Hadits lulusan Sudan dalam video yang diunggah di Instagram miliknya @ustadzabdulsomad_official, Senin (23/3/2020).

Meski demikian, kata Ustadz Abdul Somad, melaksanakan salat jamak harus diniatkan sebelum salat yang pertama. “Jangan habis Salat Dzuhur baru ada niat, jamak saja,” katanya.

Seperti dilansir Inews, Islam merupakan agama yang mudah bagi umatnya. Islam juga sangat menghargai kehidupan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini