Wabah Penyakit Menyerang, Ini yang Dilakukan Salafus Shalih Ketika di Rumah

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 330 2189135 wabah-penyakit-menyerang-ini-yang-dilakukan-salafus-shalih-ketika-di-rumah-CMipUaff3c.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

ULAMA dan umara (pemerintah) mengimbau semua warga untuk tetap tinggal di rumah. Imbauan ini dikeluarkan sebagai upaya mencegah penularan wabah penyakit dari virus corona (COVID-19).

Imbauan serupa pernah diterapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, tepatnya saat wabah penyakit thaun menyerang berbagai kota termasuk Kota Syam.

Thaun digambarkan sebagai penyakit yang menimbulkan pembengkakan, rasa haus, serta mematikan. Tubuh orang yang terkena wabah tersebut berubah jadi hitam, hijau atau abu-abu.

Dilansir dari laman Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Ustaz Fahmi Salim memaparkan sebagaimana dikutip dari kitab Thabaqat karangan Ibnu Sa’ad Volume 6 halaman 81, seorang ulama tabi’in bernama Masruq bin al-Ajda al-Wadi’i selalu berdiam diri di dalam rumahnya pada hari-hari saat terjadinya wabah tha’un.

Terkait wabah yang melanda tersebut, Masruq bin al-Ajda al-Wadi’i mengatakan, “Inilah hari-hari untuk menjauh dari keramaian dan aku suka menyendiri untuk beribadah.”

Sementara istrinya menceritakan, “Seringkali aku duduk di belakangnya sambil menangis melihat perbuatannya, ia salatnya panjang sampai bengkak kedua kakinya.”

Siapakah Masruq bin al-Ajda al-Wadi’i?

Namanya Masruq bin Al-Ajda Al-Hamdani Al-Wadi’i Abu Aisyah Al-Kufi. Menurut Abu Bakar Al-Khatib, saat kecil Masruq bin Al-Ajda’ pernah hilang diculik, namun kemudian ditemukan lagi sehingga ia diberi nama Masruq yang artinya “dicuri”. Setelah peristiwa itu, ayahnya Al-Ajda’ masuk Islam.

Masruq adalah ulama dari kalangan tabi’in, merupakan murid dari para sahabat Nabi Muhammad seperti Abdullah bin Mas’ud, Ali bin Abi Thalib, dan Aisyah binti Abu bakar. Itu makanya di masuk dalam kelompok Salafus Shalih

Masyruq memiliki sifat zuhud, wara, serta gemar beribadah. Anas bin Sirrin menuturkan, istri Masruq pernah bercerita, “Masruq pernah salat hingga kedua telapak kakinya bengkak. Terkadang aku duduk di belakangnya sambil menangis karena melihat apa yang diperbuatnya terhadap dirinya.”

Kisah Masruq menginspirasi Muslim bahwa anjuran untuk di rumah saja atau #dirumahaja saat wabah Corona melanda, di satu sisi justru merupakan kesempatan untuk lebih banyak beribadah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Barangkali tidak mungkin untuk mengejar level ibadah Masruq bin al-Ajda al-Wadi’i yang karena saking lamanya salat, kakinya sampai bengkak-bengkak. Namun minimal bisa menyempurnakan ibadah wajib serta memperbanyak ibadah sunah yang selama ini banyak dilupakan karena berbagai kesibukan sehari-hari.

Selalu ada hikmah di setiap kejadian selama memaknainya untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan ibadah kepada Allah. Ingat, wabah Corona juga bagian dari takdir Allah, pasti ada makna, tak ada yang sia-sia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini