Saat ini musim hujan masih berlangsung. Berbagai wilayah di Tanah Air mengalami hujan akhir-akhir ini.
Namun tahukah kalian, bahwa hujan turun dikawal oleh Malaikat Mikail, sebagaimana dalam Ibnu Kastir. Dengan dibantu oleh malaikat-malaikat lainnya.
Hujan tidak serta merta turun, hujan berproses cukup panjang dan rumit, melalui pembentukan angin, pembentukan awan, kemudian turun hujan ((Q.S. Ar Rum:48 dan Q.S. al Nur:43)

Dosen Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang, Halimi Zuhdy mengatakan, anehnya, hujan jatuh dalam bentuk buliran-buliran yang indah, seperti mutiara yang menyapa bumi. Walau kadang seperti buliran besar, namun tetap saja buliran yang indah.
"Bagaimana kita bisa membayangkan, dari ketinggian luar biasa (langit) ia tetap jatuh serupa berbentuk buliran dan lembut. Padahal kalau kita menuangkan air dari ketinggian, maka akhirnya menyatu padu," ujarnya.
Maka, tidak satu bulir pun air yang jatuh di suatu tempat, tanpa pengawasan dan kerja Malaikat Mikail dan yang membantunya. Atas izin dan perintah Allah.
“Tiada seorang pun mengetahui kapan diturunkannya hujan, di malam hari ataukah siangnya”. Kata Imam Qataadah. Ia termasuk rahasia, dari lima yang dirahasiakan Allah; isinya rahim seorang Ibu, esok apa yang akan terjadi, esok apa yang akan diperbuat dirinya, di mana nyawa berhenti berdetak, dan kapan derai hujan menyapa bumi. Hujan, rahasia paling rahasia, ia yang disebut dengan “Mafatihul Ghaib” (Kunci Ilmu Gaib).
Seperti dilansir dari website Laduni.id, guntur, petir, dan kilat, yang kadang menghantar hujan, juga kadang dianggap biasa.
Padahal mereka sudah dibahas oleh Imam Bukhari dalam Kitab Adab al-Mufrad Lil Bukhari (H 262), pada bab “Idza Sami’a al-ra’du”. Sesungguhnya guntur adalah suara (gelegar) malaikat ketika hujan, laksana pengembala yang menghalau dengan suara kambingnya.