nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tata Cara Sholat Hajat agar Terhindar dari Wabah Corona

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 15:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 31 616 2191828 tata-cara-sholat-hajat-agar-terhindar-dari-wabah-corona-ycu4QvYGvj.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SHOLAT hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan seorang muslim saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan Allah Swt.

Terlebih, di tengah situasi darurat pandemi virus corona seperti sekarang ini, umat islam bisa melaksanakan sholat hajat untuk meminta perlindungan agar dijauhkan dari virus tersebut, dan juga memohon agar wabah corona segera berakhir.

Diungkapkan Ustadz Fauzan Amin, sholat hajat khusus bagi orang yang ingin hajatnya dikabulkan Allah swt. Doa tidak hanya berpangku tangan tetapi harus sesuai dengan ikhtiyar yang dilakukan.

"Jika ada hal yang genting, menakutkan, berupa perang, bencana, corona, dan lain-lain, maka Nabi mengajarkan membaca qunut nazilah tiap kali sholat pada rakaat terakhir," ujar Ustadz Fauzan Amin saat dihubungi Okezone, Selasa (31/3/2020).

Adapun tata cara sholat hajat adalah sebagai berikut:

1. Niat sholat hajat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَ

Ushallī sunnatal hājati rak'ataini adā'an lillāhi ta'ālā.

Artinya, "Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."

2. Takbiratul ihram

3. Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan Surat Al-Fatihah, kemudian membaca salah satu surat dalam Alquran

4. Rukuk sambil membaca tasbih tiga kali

5. Iktidal

6. Sujud yang pertama membaca tasbih tiga kali

7. Duduk di antara dua sujud

8. Sujud yang kedua sambil membaca tasbih tiga kali

9. Setelah rakaat yang pertama, lakukan rakaat kedua seperti cara di atas. Kemudian tasyahud akhir. Setelah itu membaca salam dua kali

10. Jika dilakukan sebanyak empat rakaat dengan satu salam, setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai tasyahud awal. Lanjutkan rakaat ketiga dan keempat lalu tasyahud akhir dan membaca salam dua kali.

Ustadz Fauzan Amin juga menganjurkan membaca doa ini setelah melakukan sholat hajat.

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya, "Maha suci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Maha suci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Maha suci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Maha suci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini