nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Cara Melamar Calon Istri saat Corona Mewabah?

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 06 April 2020 13:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 06 330 2194833 bagaimana-cara-melamar-calon-istri-saat-corona-mewabah-0yYGaxumW6.jpg Melamar untuk menikah (Foto: About Islam)

Mewabahnya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah acara harus ditunda. Salah satunya adalah prosesi kegiatan lamaran kepada calon istri karena biasanya pihak laki-laki dan keluarganya akan menyambangi kediaman calon istrinya.

Lalu bagaimana caranya melamar perempuan di tengah pandemi virus corona seperti sekarang ini?

Apalagi pemerintah sudah mengeluarkan instruksi agar melakukan physical distancing untuk mencegah penularan penyakit COVID-19.

 wabah corona

"Soal cara meminang itu tradisi, ada yang pakai cincin, kalung, datang ketemu langsung orangtua si calon istri. Tergantung adat masing-masing. Jika kondisi darurat seperti sekarang, tentu masyarakat bisa menyiasati sesuai dengan protokol keselamatan. Misal pasang cincin cukup disaksikan orangtua, tapi cuci tangan dulu dan tetap jaga jarak," ujar Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustadz Fauzan Amin saat dihubungi Okezone, Senin (6/4/2020).

Selain itu, cara lain juga bisa dilakukan misalnya mengandalkan teknologi saat ini, yaitu dengan cara video call sehingga antar keluarga bisa menyaksikannya walau dari jarak jauh.

"Atau cukup video call ramai-ramai. Itu sah-sah saja, tinggal disesuaikan dengan kearifan masyarakat. Islam hanya mengatur syarat dan rukun akad nikah. Kalau tunangan atau khitbah itu hanya tradisi yang terjadi dulu hingga kini," tuturnya.

Lebih lanjut, kata Ustadz Fauzan, melamar calon istri adalah ungkapan atau keinginan yang mulia dari seoarang laki-laki. Hal ini menunjukan bahwa hubungan keduanya adalah serius dan ingin berjalan bersama di jalan Allah SWT.

"Lamaran itu tanda seorang bahwa ia serius ingin menikahi perempuan. Saat seorang perempuan sudah dipinang, maka tidak boleh diambil pria lain kecuali dapat izin tunangannya," katanya.

Rasulullah SAW bersabda,

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

Artinya: "Nabi SAW melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya," (HR. Imam Bukhari).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini