Salah satu doa yang sering dibaca ketika sholat adalah doa iftitah. Namun ternyata doa tersebut tidak wajib dibaca dan juga bukan sebagai bagian syarat sahnya sholat.
"Doa Iftitah memang bukan bagian bacaan dalam rukun sholat. Bahkan juga tidak termasuk pada syarat sah sholat. Namun, doa Iftitah ini disunahkan," ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone, Kamis (9/4/2020).
Namun ketika dibaca saat sholat, maka tambahan pahala akan datang bagi yang mengamalkannya.

"Sebagaimana kaidah sunah, maka siapapun yang membaca doa ini ketika sholat maka baginya pahala baginya dan rahasia manfaat doa didalamnya, adapun apabila tidak membaca tidak mengapa, tidak dosa," ucapnya.
Lebih lanjut, kata ustadz Ainul Yaqin, doa iftitah memiliki berbagai macam bacaan. Ada beberapa riwayat hadits tentang Iftitah, mulai dari bacaannya yang panjang dan juga pendek.
"Selain itu, doa iftitah merupakan doa dalam sholat yang biasa di baca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al Fatihah.
Iftitah berasal dari kata ‘fataha’ yang artinya yaitu pembukaan, inilah sebabnya doa iftitah diletakkan di awal.
Doa iftitah sendiri biasa di baca oleh imam ataupun makmum baik pada saat sholat berjamaah ataupun sholat sendiri," ucapnya.
Rasulullah SAW bersabda,
حَدَثَنّاَ مُوْسَى بْنُ إِسْمَاعِيْلَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اْلوَاحِدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَناَ عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ قَالَ حَدَّثَناَ أَبُوْ زُرْعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْكُتُ بَيْنَ التَكْبِيْرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً قاَلَ أَحْسِبُهُ هُنَيَّةً، فَقُلْتُ بِأَبِى وَأُمِّيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِسْكَاتُكَ بَيْنَ الْتَكْبِيْرِ وَالْقِرَاءَةِ مَاتَقُوْلُ؟ قَالَ أَقُوْلُ اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اَللَّهُمّّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَاْلبَرَدِ
Artinya: "Meriwayatkan padaku Musa bin Ismail ia berkata meriwayatkan padaku Abdul Wahid bin Ziyad ia berkata, meriwayatkan padaku ‘Umaroh bin Al-Qo’qo’ ia berkata, meriwayatkan padaku Abu Zur’ah ia berkata, meriwayatkan padaku Abu Hurairah ia berkata, adalah Rasulullah saw diam sejenak di antara takbir dan bacaan (surat Al-Fatihah). Ia berkata, Aku menyangka beliau diam sejenak. Kemudian aku berkata, “Demi bapakku dan ibuku, Ya Rasulullah, dalam diammu antara takbir dan membaca (surat Al-Fatihah) bacaan apa yang engkau baca?” Rasulullah saw menjawab, “Aku membaca Ya Allah jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana engkau menjauhkan antara belahan timur dan barat, Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, Ya Allah siramilah dosa-dosaku dengan air, salju, dan air embun."(HR.Bukhori-Muslim)