Pandemi corona masih menjangkiti Tanah Air. Setiap hari korban yang terinfeksi virus corona semakin meningkat akibatnya pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Tanah Air.
Pasien terinfeksi virus corona sejatinya membutuhkan bantuan dan dukungan dari keluarga, kerabat, dan teman-temannya agar memiliki semangat untuk sembuh yang tinggi.
Sejatinya mereka membutuhkan bantuan dan kasih sayang. Bukan dikucilkan atau dijauhi yang malah membuat mereka stres. Physical distancing bukan berarti mengucilkan.
Semangat untuk memberikan dukungan kepada pasien positif corona juga ditunjukkan oleh Gus Miftah dalam akun Instagramnya.
Gus Miftah mengunggah sebuah video seorang pasien positif corona yang dijemput oleh petugas kesehatan. Saat pasien itu dibawa keluar dengan mobil, para tetangganya melambaikan tangan memberikan dukungan dan semangat kepada pasien tersebut.
"Semangat, semangat, semangat," teriak para tetangga pasien positif corona tersebut sembari melambaikan tangan.
Gus Miftah mengatakan, ini baru keren. "Salut warga Mamuju yang memberikan support kepada pasien positif corona, diberikan semangat dan dukungan bukan di kucilkan.
Salut untuk kalian yang berkeprimanusiaan," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, bagi pasien positif corona tetaplah harus bersabar saat sakit. Sebab semua itu adalah ujian dari Allah SWT.
“Musibah pandemi corona adalah salah satu ujian Allah Ta’ala kepada kita semua, ujian kesabaran dan ujian keimanan,” katanya.
Bagi pasien positif corona, terang Ustadz Ainul Yaqin, saat diisolasi diri karena COVID-19 jangan bersedih. Sebab dalam keadaan seperti itu, umat Islam malah dianjurkan untuk selalu mengingat Allah. Misalnya memperbanyak ibadah yang dilakukan sendiri ketika sedang diisolasi.
Mengisolasi diri adalah bentuk ibadah ketaatan kepada pemimpin, serta bagian dari mengikuti perintah Allah Ta’ala. Seperti dijelaskan dalam Alquran:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أطيعُوا اللَّهَ وَأَطيعُوا الرسولَ وَأُولِي الأَمْرِ منْكُمْ".
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-nisa':59).
(Dyah Ratna Meta Novia)