Ini Alasan Rasullah SAW Sangat Mencintai Khadijah

Minggu 19 April 2020 04:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 18 614 2201305 ini-alasan-rasullah-saw-sangat-mencintai-khadijah-UzLQBydrGW.jpg Kisah Nabi (Foto: Dawoodi Bohras)

Suatu hari Sayyidah Aisyah merajuk kepada Rasulullah SAW, hatinya dipenuh dengan rasa cemburu.

Meski keduanya telah berumah tangga demikian lama, tetapi mengapa ia tak jua mampu mengisi satu lubang cinta di hati Rasulullah SAW? Ini hal yang dipertanyakan Sayyidah Aisyah.

Lalu pada hari itu, ia ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam. “Wahai Rasulullah, aku cemburu.”

“Engkau terlalu sering menyebut-nyebut namanya. Bukankah ia hanyalah seorang wanita tua?”

 cinta

Tentu saja ini tentang Sayyidah Khadijah ra. Istri pertama Rasulullah SAW yang sangat beliau cintai. Istri yang jadi cinta pertamanya.

Keberanian Sayyidah Aisyah hari itu adalah puncak kecemburuannya pada Khadijah. Telah bertumpuk peristiwa-peristiwa yang menunjukkan cinta Rasulullah pada Khadijah tidaklah usang.

Suatu kali, Rasulullah menyembelih kambing. Bukannya dinikmati sendiri, beliau justru membagi-bagikannya kepada keluarga Khadijah. Di hari lain, sang suami menunjukkan rona-rona kerinduannya hingga membuatnya menggerutu, “Khadijah lagi, Khadijah lagi.”

Dan hari itu, ketika Rasulullah hendak keluar rumah dan menyebut-nyebut nama Khadijah, tak tahanlah Aisyah.

“Bukankah ia hanyalah wanita tua? Bukankah Allah telah menggantinya dengan yang lebih baik?”

Ini bukan tentang cantik parasnya. Karena semasa Rasulullah muda, betapa banyak wanita yang lebih cantik untuk dinikahi. Bukan juga sekadar kesempurnaan jasmaniah lainnya. Betapa banyak perempuan muda yang berasal dari keluarga yang lebih kaya.

“Tidak Aisyah, tidak.” Rasulullah menatap sang Humaira’-nya dengan cinta nan teduh. Ia tahu, pertanyaan itu wujud dari seringnya Aisyah dirundung cemburu.

“Allah tak pernah menggantikan untukku yang lebih baik darinya.”

Di waktu lain, Rasulullah bahkan menyebutnya sebagai wanita sempurna. “Perempuan terbaik Tuhan di langit adalah Maryam binti Imran, dan perempuan terbaiknya di bumi adalah Khadijah binti Khuwailid.” Sayyidina Ali yang mendengarnya dan diamini oleh riwayat-riwayat yang lebih banyak.

Akhirnya Rasulullah mengungkapkan alasan mengapa beliau sangat mencinta Khadijah. “Aisyah, kau tahu. Khadijah mempercayaiku saat semua manusia mengingkariku. Ia membenarkan perkataanku kala semua orang menganggapku dusta. Ia melapangkanku dengan hartanya kala semua orang tak membantuku sepeserpun. Dan Allah memberiku keturunan darinya, yang tak diberikan oleh istri-istriku yang lain.”

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seperti dilansir dari website NU Depok, maka betapa murni dan indah cinta Rasulullah saw. kepada Khadijah, al-‘afifah al-thahirah, wanita suci yang selalu menjaga kehormatan. Inilah kisah cinta yang terkennag sepanjang masa.

Kisah ini bersumber dari Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, Fiqh as-Sirah an-Nabawiyah, Dar-Assalam, Kairo, h. 52-53.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya