Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramadhan dan Kesehatan Mental, Orang Bertakwa Tidak Panik Saat Wabah Corona

Ramadhan dan Kesehatan Mental, Orang Bertakwa Tidak Panik Saat Wabah Corona
A
A
A

Membentuk Kesehatan Mental

Mungkin inilah yang menyebabkan manusia disebut hayawan natiq (hewan yang bernalar). Kesehatan mental dikendalikan oleh sistem ini. Pada manusia, emosi melibatkan semua sistem. Bahagia bagi manusia bukan hanya perkara kenyang. Lebih dari itu. Harapan, cinta, empati, simpati, terlibat di dalamnya. Begitu juga dengan marah. Melibatkan semua bentuk penalaran.

Kebutuhan dasar ditekan dan dikendalikan tidak lain untuk membedakan manusia dengan hewan. Hewan hidup untuk memperturutkan kebutuhan tersebut. Sementara manusia melampaui itu semua.

Di balik usaha menahan lapar dan haus ada upaya menumbuhkan empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Di balik pengendalian hasrat seks, ada upaya menumbuhkan orientasi spiritualitas. Memperbanyak ibadah, berdoa, tadarus, i’tikaf, tidak lain adalah untuk menyegarkan kembali ketauhidan manusia.

Jika pengendalian diri tersebut berhasil, maka tidak salah jika predikat taqwa diraih. Taqwa adalah orang yang paling pandai menjaga diri. Taqwa adalah orang yang paling pandai menjaga hubungan baik dengan Tuhan. Taqwa adalah takut kalau tidak dapat mengendalikan diri.

Kesimpulannya orang bertaqwa pasti memiliki kesehatan mental yang baik. Dalam kondisi pandemi Covid-19, orang bertaqwa pasti tidak panik. Selamat berpuasa.

Oleh Hatib Rahmawan

Penulis adalah dosen Prodi Ilmu Hadis Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement