Ramadhan 2020, Pasien Corona COVID-19 Tetap Boleh Puasa

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 614 2203783 ramadhan-2020-pasien-corona-covid-19-tetap-boleh-puasa-32qMoVV7P3.jpg Ilustrasi. (Freepik)

PUASA Ramadhan tinggal hitungan jam saja. Umat Muslim sudah mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.

Sebelumnya, kita tahu bersama bahwa COVID-19 menjadi penyakit mematikan yang dialami hampir seluruh dunia. Korban jiwa dari penyakit ini pun sudah mencapai angka 177.256 kasus menurut laporan South China Morning Post, Kamis (23/4/2020).

pasien

Nah, penyakit ini dapat dikenali dengan gejala-gejala umum infeksi seperti demam lebih dari 38 derajat celsius, batuk, lesu, dan sesak napas. Kalau sudah mengalami tanda ini, Anda pun diminta untuk segera datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Gejala yang dialami pasien COVID-19 tentu membuat mereka sulit beraktivitas secara normal. Karena itu, sangat disarankan untuk pasien dirawat intensif di rumah sakit atau isolasi mandiri selagi mendapatkan perawatan dokter.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tapi, apakah orang dengan gejala COVID-19 tetap harus menjalankan puasa? Begitu juga dengan hukum berpuasa Ramadhan bagi orang yang memiliki gejala COVID-19, seperti apa?

Mengacu pada Alquran, orang yang sakit dibebaskan dari puasa dan dapat menebus puasa yang terlewat selepas Ramadhan, dalam jangka waktu satu tahun masa pengantian hutang puasa. Selain orang sakit, mereka yang dibebaskan berpuasa ialah lansia, ibu hamil dan ibu menyusui.

Sejalan dengan itu, menurut Rozana Isa, Ketua Kelompok Sisters in Islam Malaysia, Anda yang mengalami gejala COVID-19 disarankan untuk tidak berpuasa.

"Di Islam, sangat jelas tentang siapa saja yang harus berpuasa dan siapa yang dibebaskan dari puasa, terutama mereka yang mengalami penyakit tertentu dan menurut hemat saya, orang dengan gejala COVID-19 itu tergolong pada orang yang tengah mengalami penyakit yang tidak ringan," katanya, dikutip dari Al Jazeera.

Namun, Pelatih dan Motivator Muslim asal Pakistan Aiasha Amir punya pandangan yang berbeda. Baginya, jika seseorang dengan gejala COVID-19 tapi tidak di bawah pengawasan dokter dan batuk serta flunya tergolong ringan, maka orang tersebut bisa tetap berpuasa.

"Ini dikembalikan lagi pada kondisi kesehatan orang tersebut, apakah penyakitnya sangat parah atau ringan (tidak ada bahaya bagi tubuh jika tetap berpuasa) maka berpuasalah. Intinya, selama tidak mempengaruhi kesehatan fisik, tidak apa-apa untuk tetap berpuasa," terangnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya