Corona dan Munculnya Problematika Fikih

Minggu 26 April 2020 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 330 2204905 corona-dan-munculnya-problematika-fikih-NiHUYhziFC.jpg

Pandemi corona (COVID-19) membuat kehidupan umat manusia berubah. Mulai dari cara bekerja, bersosialisasi hingga beribadah. Semua itu dilakukan dalam rangka melindungi keselamatan jiwa dan mencegah penularan wabah.

Shaf Sholat Berjamaah dalam Kondisi Darurat Corona

Mengenai hal ini saya mencoba menjawab persoalan ini, saya menukil dari kitab التحقيق الوافي على منية المصلي kitab ini saya dapatkan dari thailand 2018 dari penulisnya wan daud bin wan abdullah bin idris al fathoni.

Mengenai shaf dalam sholat berjamaah terdapat penjelasan di dalam

Shahih muslim كتاب الصلاة باب تسوية الصفوف واقامتها

Annasai كتاب الامامة باب ما يقول الامام اذا تقدم في تسوية الصفوف

Atturmudzi كتاب ابواب الصلاة

Ibnu Majah كتاب اقامت الصلاة

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يمسح مناكبنا في الصلاة ويقول استوا ولا تختلفوا فتختلف الى اخر الحديث

Artinya, Rasulullah telah merapatkan bahu-bahu kami ketika hendak didirikan sholat sambil berkata betulkan, penuhkan dan rapatkan shaf shaf kalian, jangan jadikan bengkok bengkok niscaya nanti akan berselisih hati-hati kamu sekalian, hendaklah shaf paling dekat denganku terdiri dari orang cerdik pandai dan matang pikirannya dari kalangan kamu kemudian mengikuti shaf seterusnya orang baligh tetapi belum matang pemikirannya atau orang yang hampir mencapai umur baligh, kemudian hendaklah mengiringi shaf seterusnya anak anak yang telah mumayyiz.

Jelas kalau dari hadis ini shaf yang ada pada gambar di bawah ini jelas tidak memenuhi tuntutan nabi. Sehingga bisa disimpulkan tidak sah berdasarkan hadis shollu kama raitumuni usholli.

Oleh karenanya kalau kita memang berniat sholat berjamaah ya harus tertib rapi bahkan di dalam surat shaf ayat 4 jelas ان الله يحب اللذين يقاتلون في سبيله صفا كانهم بنيان مرصوص

Muncul persoalan dalam kondisi darurat corona khawatir bersentuhan ketika sholat saya berpendapat shaf yang seperti gambar, maka sholat berjamaahnya sah namun tidak afdhal, mengenai pahalanya 25 atau 27 wallahu a'lam.

Persoalan Sholat Berjamaah

Saya baca sumber pembanding di kitab bidayatul mujtahid yang ditulis Ibnu Rusyd mengenai hukum sholat berjamaah, dalam kitab ini memang hukum sholat berjamaah ulama berbeda pendapat, sebagian ulama mengatakan hukumnya sunah muakad, sebagian menghukumi fardhu kifayah sedangkan Azahiri fardu ain.

Persoalannya sekarang solat berjamaah dalam kondisi darurat. Kalau kita pakai kaidah المشقة تجليب التيسر al masyaqatu tajlibu taisir, kesulitan mendatang kemudahan. Kaidah lainnya الضرورات تبيح المحظورات adh dharuratu tubihu al mahdzurat (keadaan darurat membolehkan sesuatu yang sebelumnya diharamkan.

Maka saya berkesimpulan bahwa sholat berjamaah di masjid dalam kondisi darurat bisa dilakukan rumah saja bersama keluarga.

Sholat Jama atau Qashar bagi tenaga medis

Kita bisa mengqiyaskan peristiwa tenaga kesehatan menghadapi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Corona dengan peristiwa perang Khandaq atau perang Akhzab tahun kelima hijriyah. Nabi dan sahabat pernah mengqodlo empat shalat sekaligus di waktu Isya.

Dhuhur, Ashar, dan Maghrib dilaksanakan pada waktu Isya sekaligus. Kondisi semacam ini bisa saja terjadi bila kekurangan tenaga medis utk kerja dalam alur shift normal. Misal pasien membludak dan dia harus mengenakan alat pelindung diri (APD) dari pagi sampai malam.

Dasarnya:

عَنْ نَاِفع عَنْ أَبِي عُبَيْدَة بنِ عَبْدِ الله قَالَ : قاَلَ عَبْدُ الله : إِنَّ الْمُشْرِكِينَ شَغَلُوا رَسُولَ اللَّهِ عَنْ أَرْبَعِ صَلَوَاتٍ يَوْمَ الْخَنْدَقِ حَتَّى ذَهَبَ مِنَ اللَّيْلِ مَا شَاءَ اللَّهُ فَأَمَرَ بِلاَلاً فَأَذَّنَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعِشَاءَ

Dari Nafi’ dari Abi Ubaidah bin Abdillah, telah berkata Abdullah,”Sesungguhnya orang-orang musyrik telah menyibukkan Rasulullah SAW sehingga tidak bisa mengerjakan empat shalat ketika perang Khandaq hingga malam hari telah sangat gelap.

Kemudian beliau SAW memerintahkan Bilal untuk melantunkan adzan diteruskan iqamah. Maka Rasulullah SAW mengerjakan shalat Dzuhur. Kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan shalat Ashar. Kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan shalat Maghrib. Dan kemudian iqamah lagi dan beliau mengerjakan shalat Isya.” (HR. At-Tirmizy dan AnNasa’i)

Perang melawan Corona ini urusan nyawa yang harus didahulukan. Dalam kondisi tenaga kesehatan menangani pasien dalam shift normal, misal 8 jam kerja. Umpama dia bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Maka dia masih memungkinkan jamak ta'khir dhuhur dan ashar di waktu ashar.

Oleh: Nurhidayat

Dai Ambasador Dompet Dhuafa

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya