Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Wabah dan Konflik Menggangu Ibadah di Rumah Allah (Part I)

Ketika Wabah dan Konflik Menggangu Ibadah di Rumah Allah (Part I)
A
A
A

Kebanyakan para imam empat madzhab membolehkan isolasi diri karena takut ancaman akibat kegoncangan politik atau yang sejenisnya. Hal ini sebagaimana dinukil dari Imam Adz-Dzahaby dalam kitab “Siyar a’lam al-Nubala”, dari seorang imam tabiin yaitu Muthraf bin Abdullah al-Sukhaer yang mengatakan, “Jika terjadi kegentingan fitnah terbunuh, maka bolehlah ia berdiam diri di rumah, tidak usah sholat berjamaah dan sholat Jum’at di masjid sampai fitnah itu berlalu”.

Boleh jadi alasan atau illat meninggalkan Jum’at dan sholat berjamaah itu jika terdapat ketakutan terjadi kerusakan yang lebih besar. Pendapat serupa ditemukan dalam kejadian Imam Malik yang berdiam diri di rumahnya sampai ajal tiba, “Beliau berdiam-diri di rumah selama 18 tahun dan tidak pernah menginjak masjid Nabawi” sebagaimana dinukil al-Qurtubhy dalam kitab “at-Tadkirah”.

Hal serupa terjadi tatkala para ulama memprotes pemaksaaan doktrin bahwa Alquran itu makhluk oleh khalifah Al-Ma’mun, sebagaimana disebutkan dalam kitab Kan al-Durur karya Ibn Aybak, “Permulaan terjadinya fitnah besar dan pemaksaan doktrin bahwa Alquran itu makhluk adalah ketika siapapun yang menolak doktrin itu, maka ia akan dibunuh. Maka akibatnya para ulama dan imam mengurung diri di rumah dan tidak menunaikan sholat di masjid. Kendati demikian, kebanyakan dari mereka mati terbunuh”.

Pada intinya, tindakan seseorang atau sekelompok orang yang tidak menunaikan sholat jum’at dan sholat berjamaah tentu berbeda dengan kebijakan penutupan masjid untuk semua orang menunaikan sholat Jumat dan sholat berjamaah. Hanya saja penghentian ibadah berjamaah secara kolektif ini –walaupun para Fukaha hanya sebatas membahas isolasi individual-, maka itu semuanya telah terjadi dalam sejarah Islam dengan berbagai alasan genting, sebagaimana akan dijelaskan dalam artikel ini.

Oleh : Dr. Engkos Kosasih, Lc (Corps Dai Dompet Dhuafa)

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement