Masjid Pertama di Amerika yang Menyatukan Warga Kota Ross

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 615 2208807 masjid-pertama-di-amerika-yang-menyatukan-warga-kota-ross-yJsLCdigXT.jpg

RICHARD Omar (70) menepikan mobilnya di sebuah tanah lapang yang di atasnya terserak beberapa batu nisan granit. Teknisi listrik paruh baya ini lantas meletakkan sebuket bunga di pot besi di pinggir nisan.

"Ini makam orangtua saya," terang Omar dilansir dari New York Times, Senin (4/5/2020).

Kedua orangtuanya, menurut Omar, telah diakui oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam sejarah pembentukan multibangsa di Negeri Paman Sam tersebut. Tepatnya sekitar 120 tahun lalu mereka menjadi pendatang Muslim pertama yang mendirikan masjid tertua di AS.

Masjid dengan bangunan sederhana tersebut pertama kali dibangun oleh komunitas muslim asal Suriah dan Lebanon pada 1929. Setelah 76 tahun berdiri di tanah lapang dekat bukit, komunitas muslim dibantu oleh umat Kristiani Kota Ross, North Dakota menggalang dana untuk pemugarannya.

Masjid bersejarah

Pada 2005 berdirilah bangunan kotak dengan tiang-tiang setinggi sekira 8 meter menyangga kubah dari alumunium. Di dalamnya tergantung foto-foto pendiri masjid. Lantainya yang beralaskan karpet ditambahkan sebuah sajadah saja.

(Baca Juga : Kisah Nabi Zakaria Mati Syahid karena Halangi Pernikahan Terlarang)

Meski besar bangunan terbilang lebih kecil daripada bangunan asli, posisi bangunan masjid pun masih sama, bersisian dengan jalan utama kota berpenduduk 200 orang tersebut.

Masjid tersebut kini jarang digunakan untuk sholat berjamaah. Hanya sesekali pengunjung dari luar kota menyempatkan sholat sembari menelusuri sejarah awal masuknya Islam di AS.

Atas usul warga kota setempat, masjid tanpa nama ini didaftarkan ke pusat artefak sejarah AS. Masjid ini dianggap pantas menyandang status sebagai cagar budaya karena mempunyai jejak perkembangan asimilasi antarbangsa.

(Baca Juga : Istri Baru Jadi Mualaf, Begini Potret Kebahagiaan Rama Michael)

Seperti yang ayah Omar lakukan, Abraham Omar (1933-2004) datang dari Lebanon pada 1920an sebagai petani dan pembuat alat-alat rumah tangga di area desa Bire, Bera Valley. Ia datang bersama sekira 8.500 orang yang menempati lahan seluas 1.900 mil persegi di sekitar Kota Ross sampai Mountrail County.

Generasi pertama keluarga Omar adalah Abdallah Ayash. Setelah ia bekerja di pabrik mobil Henry Ford dan pindah ke Kota Ross pada 1911, ia mengganti namanya menjadi Albert Omar agar terlihat lebih akrab di telinga penduduk asli.

"Bertahun-tahun lalu, imigran muslim membuka hidup barunya di sini dengan mengganti namanya," terang Omar. Komunitas muslim inilah yang ditengarai sebagai cikal bakal kelompok masyarakat muslim yang tersebar di Brooklyn; Dearborn, Michigan, dan Chicago. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Cerita Omar ini diamini oleh seorang traveller profesional Aman Ali (35). Imigran asal India yang tinggal di Ohio ini pernah melakukan safari masjid di seluruh AS sepanjang Ramadhan 2010. Ia bersama rekannya, sutradara Bassam Tariq pernah berkunjung ke masjid di Kota Ross.

Ia dipertemukan dengan Lila Thorlakson, salah satu anak dari keluarga Omar yang menjadi relawan pengurus masjid. Momen inilah yang mengubah pandangan serta hidupnya.

"Saya belajar banyak tentang komunitas muslim di AS pada 1800an. Dari sini saya menyadari mereka adalah bagian dari kehidupan saya," ujar Ali.

(Baca Juga Humor Gus Dur: Doa Mustajab Porter Bersorban)

Ali melihat keberagaman dan toleransi di komunitas ini. Dalam catatan administrasi pemakaman setempat, Sarah Omar Shupe yang dimakamkan pada 2004 menjadi anggota terakhir dari komunitas muslim di sana yang membaca Alquran dan bisa berbahasa Arab.

Di sisi lain, tercatat pula pernikahan berbeda keyakinan, antara penganut Islam dan pemeluk Kristiani. Istri Omar sendiri yang berasal dari Skandinavia adalah pemeluk Kristen dan sekarang menjadi muslim. Begitu pula sebaliknya banyak keluarga perintis komunitas Muslim beralih ke Kristiani. Namun, semuanya bisa hidup berdampingan dan semuanya peduli untuk melestarikan masjid di Kota Ross.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya