Kisah Nabi Hud, Angin Kencang 7 Malam 8 Hari Musnahkan Kaum Aad

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 330 2209882 kisah-nabi-hud-angin-kencang-7-malam-8-hari-musnahkan-kaum-aad-ft3kxtnpvO.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

PADA zaman Nabi Hud hidup kaum Aad yang durhaka. Mereka tidak mempercayai Allah SWT dan lebih memilih menyembah patung dan batu-batu berhala.

Oleh karena itu Nabi Hud pun diutus Allah SWT untuk mengajak kaum Aad bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Nabi sendiri merupakan orang beriman yang sangat berlapang dada, berbudi tinggi, pengasih, penyantun, cerdas, dan tegas dalam memimpin.

Dikutip dari buku 'Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul' karya Ali Nurfadhilah, kalimat yang tak pernah henti-hentinya ia ucapkan pada kaum tersesat itu ialah:

"Wahai kaumku, kalian telah menempuh jalan yang keliru dan sesat. Batu-batu berhala yang kalian sembah tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak mampu memberi kebaikan melainkan kesesatan. Hanya Allah SWT yang pantas kita sembah. Dialah yang memberi rezeki berlimpah ruah sehingga kalian dapat hidup makmur di muka bumi."

Baca Juga: Wabah Corona dan Jawaban dalam Alquran 

Ajakan Nabi Hud pun dilecehkan kaum Aad tersebut. Ketika Nabi menyampaikan pesan itu, mereka akan membantahnya dengan kalimat, "Mana bisa orang yang sudah mati akan dihidupkan kembali, itu hanya omong kosong dan bualan saja. Orang hidup itu hanya sekali, susah senang, ya, hanya di muka bumi ini. Kalau sudah mati, ya, sudah, tidak ada urusan lagi."

Tidak hanya membantah Nabi Hud, kaum Aad juga berani mencela dan memaki Nabi Hud. Kaum ini memperlihatkan kemungkaran di depan sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada Allah. Ya, mereka secara terang-terangan berbuat kemaksiatan.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Penjual Minyak Wangi Khotbah Jumat 

Kaum Aad benar-benar tak mau mengakui Nabi Hud sebagai utusan Allah SWT. Mereka bahkan menganggap Nabi adalah orang bodoh dan tak berakal.

Allah SWT pun menurunkan azab yang maha dahsyat untuk kaum Aad. Mereka ditimpa azab berupa angin yang sangat kencang nan dingin selama tujuh malam delapan hari.

Baca Juga: 8 Tahun Mualaf, Impian Indah Ayana Moon Menyentuh Hati

Efek dari azab tersebut, bangunan yang mereka banggakan karena menjulang tinggi roboh begitu saja. Tidak hanya itu, hewan ternak mereka pun binasa, semua porak poranda. Bahkan kaum Aad pun musnah, rata dengan tanah.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini