Wabah Corona dan Jawaban dalam Alquran

Rabu 06 Mei 2020 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 05 330 2209533 wabah-corona-dan-jawaban-dalam-alquran-jfjZuOHXvd.jpg

Pembaca yang diberkahi Allah. Ramadhan kali ini cukup spesial. Ujian berlipat ganda dengan adanya virus corona atau Covid-19. Meski begitu, mari kita lihat dari sisi yang lain dan menikmati ujian-ujian ini sebagai sarana mendekat kepada Allah Yang Maha Baik.

Covid-19 membuat segalanya berubah. Kegiatan kita sehari-hari, seperti bekerja, belajar, bermain, berkunjung, belanja, dan lain-lain, dalam waktu singkat berganti. Semua dilakukan dari rumah. Sesekali saja keluar rumah untuk keperluan yang tak bisa dilakukan dari rumah. Dan kita pun berkumpul di rumah masing-masing.

Ramadhan kali ini tidak ada buka puasa bersama atau bukber. Biasanya, Ramadhan dirayakan dengan buka puasa bersama, sahur bersama, tarawih berjamaah di masjid-masjid dan lain sebagainya. Kita menikmati Ramadhan dengan ibadah dan bekerja dari rumah. Dan semoga saja menjadi semakin produktif.

(Baca Juga : Viral Kata Corona Ada dalam Ayat Alquran? Ini Penjelasannya)

Ada dua hal penting terlahir dari krisis Covid-19. Pertama, kelaparan (QS. Quraisy 106:4). Perusahaan-perusahaan banyak yang terdampak dalam krisis ini, sehingga sang empunya ‘merumahkan’ para pekerjanya, entah dengan pesangon atau tidak. Para pekerja harian juga demikian, sehingga ekonomi susah dan berujung pada makanan apa yang akan dihidangkan.

Pertanyaannya bukan menu apa yang akan dimakan, tetapi bisa makan atau tidak esok hari. Ada yang terpaksa mencuri hanya karena untuk memberi makan keluarganya. Kelaparan adalah ujung dari krisis ekonomi. Rupiah anjlok. Sejumlah barang merangkak naik harganya dan ini sudah tercatat dalam Alquran.

Yang kedua adalah ketakutan (QS. Quraisy 106:4). Krisis selalu menimbulkan ketakutan dan teror. Padahal yang ditakutkan dari Covid-19 adalah virus yang tak terlihat oleh mata biasa. Bisa-bisanya virus super kecil itu membuat milyaran orang di dunia terganggu aktivitasnya. Jangankan jalan-jalan ke luar negeri. Jalan ke kampus, pasar atau ke tempat kerja saja orang harus pakai masker.

(Baca Juga : Bintang Tsurayya Muncul, Tanda-Tanda Wabah Corona Berakhir?)

Kita melawan dan takut kepada hal-hal yang tidak terlihat. Teror ketakutan bisa datang dari mana saja. Terlebih dari pikiran kita sendiri. Sejatinya memang tidak ada yang lebih menakutkan dari ketakutan pikiran kita sendiri. Manusia adalah musuh dirinya sendiri.

Kasus Covid-19 menambah ketakutan dan teror dalam kehidupan kita belakangan ini. Salah seorang juru parkir di sebuah pasar, misalnya, bercerita bahwa saat ia berkunjung ke rumah temannya, ia dilarang bertamu oleh sahabatnya itu dan diminta untuk kembali ke rumahnya. “Karena corona,” ujarnya saban hari.

Kelaparan dan ketakutan adalah dua hal mendasar bagi manusia. Allah sudah menyebutkannya dengan jelas dalam Alquran, salah satunya di surat Quraisy. Meski begitu, Allah jua yang memberi solusi untuk krisis-krisis ini. Mari kita simak ayat sebelumnya.

(Baca Juga : Permintaan Khusus Didi Kempot ke Gus Miftah, Sang Guru Ngaji)

Allah mengatakan dalam QS. Quraisy (106:3), bahwa “maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).” Dan dilanjutkan dengan ayat berikutnya (106:4) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Dari kedua ayat di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa dengan kita kembali kepada Allah. Beribadah kepada Allah. Banyak mengingat Allah. Memohon ampunan dan mengharap ridha Allah. Maka Allah akan memberikan makanan untuk menghilangkan lapar dan memberikan keamanan agar ketakutan dan teror lenyap. Wallahu’alam bishshawab.

Oleh: Deden Mauli Darajat

Penulis adalah dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya