Yang kedua adalah ketakutan (QS. Quraisy 106:4). Krisis selalu menimbulkan ketakutan dan teror. Padahal yang ditakutkan dari Covid-19 adalah virus yang tak terlihat oleh mata biasa. Bisa-bisanya virus super kecil itu membuat milyaran orang di dunia terganggu aktivitasnya. Jangankan jalan-jalan ke luar negeri. Jalan ke kampus, pasar atau ke tempat kerja saja orang harus pakai masker.
(Baca Juga : Bintang Tsurayya Muncul, Tanda-Tanda Wabah Corona Berakhir?)
Kita melawan dan takut kepada hal-hal yang tidak terlihat. Teror ketakutan bisa datang dari mana saja. Terlebih dari pikiran kita sendiri. Sejatinya memang tidak ada yang lebih menakutkan dari ketakutan pikiran kita sendiri. Manusia adalah musuh dirinya sendiri.
Kasus Covid-19 menambah ketakutan dan teror dalam kehidupan kita belakangan ini. Salah seorang juru parkir di sebuah pasar, misalnya, bercerita bahwa saat ia berkunjung ke rumah temannya, ia dilarang bertamu oleh sahabatnya itu dan diminta untuk kembali ke rumahnya. “Karena corona,” ujarnya saban hari.
Kelaparan dan ketakutan adalah dua hal mendasar bagi manusia. Allah sudah menyebutkannya dengan jelas dalam Alquran, salah satunya di surat Quraisy. Meski begitu, Allah jua yang memberi solusi untuk krisis-krisis ini. Mari kita simak ayat sebelumnya.
(Baca Juga : Permintaan Khusus Didi Kempot ke Gus Miftah, Sang Guru Ngaji)