Dalam kehidupan masa kini sering terlihat sebagian masyarakat bersedekah lalu merekam ibadahnya tersebut kemudian mengunggahnya ke media sosial (medsos) seperti Instagram, Facebook, dan lain-lain. Lalu apakah ibadah tersebut bisa dibilang pamer?
Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Kabupaten Sleman,Yogyakarta Kiai Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengatakan, orang yang bersedekah lalu mengunggahnya ke medsos belum tentu pamer, sebab niat yang bersedekah hanya Allah yang tahu.
“Saya pamer atau tidak, kamu tidak akan pernah tahu. Saya ikhlas atau atau tidak hanya Allah yang tahu,” ujarnya dalam rekaman video yang diunggah ke Instagram @gusmiftah kemarin.
Baca Juga: 8 Tahun Mualaf, Impian Indah Ayana Moon Menyentuh Hati
“Kamu hari ini berbagi, silakan share di Facebook, silakan share di Instagram. Kalau dulu ada pribahasa tangan kanan memberi tapi tangan kanan tidak tahu, sekarang dibalik: tangan kanan memberi tangan kiri diajak,” ucap Gus Miftah.
Ia menambahkan soal niat orang yang bersedekah ikhlas atau tidak, itu adalah urusan Allah SWT, bukan urusan manusia. “Mendingan kamu share tapi niatkan karena Allah. Tujuannya apa, untuk memberi inspirasi, untuk memberi motivasi ke orang lain,” tutur Gus Miftah.
Baca Juga: Humor Gus Dur: Penjual Minyak Wangi Khotbah Jumat
Menurutnya kalau hari ini ada yang bersedekah padahal dia serba kekurangan, maka itu adalah tamparan bagi orang kaya yang tak bersedekah.
Lebih lanjut menyertai unggahan video tersebut, Gus Miftah membeberkan tiga wujud sedekah, yaitu:
1. Ada ilmu sedekah dengan ilmunya.
2. Ada harta sedekah dengan hartanya.
3. Ada tenaga sedekah dengan tenaganya.
Baca Juga: Wabah Corona dan Jawaban dalam Alquran
“Yang menjadi persoalan sudah tidak sedekah ilmu, tidak harta, tidak tenaga, sukanya cerewet banyak omong,” pungkasnya.
(Abu Sahma Pane)