Kemudian, jika orang lupa sedang berpuasa lalu makan, kemudian tidak berselang lama ia ingat, maka puasanya tidak batal. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj:
ـ (وإن أكل ناسيا لم يفطرإلا أن يكثر في الأصح) لندرة النسيان حينئذ
Artinya: "Jika seseorang makan dalam keadaan lupa, maka puasanya tidak batal, kecuali ketika yang dimakan banyak (maka dapat membatalkan) menurut qaul ashah, karena lupa sampai makan dalam jumlah banyak adalah hal yang langka" (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 13, hal. 348).
(Dewi Kurniasari)