BULAN Ramadhan merupakan momentum paling dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia. Karena, pada bulan suci inilah seluruh perbuatan baik akan dilipatgandakan pahalanya dan pintu ampunan dibuka.
Namun bagi mereka yang baru saja memeluk Islam, bulan Ramadhan tentu menjadi tantangan tersendiri. Mereka harus beradaptasi melakasanakan ibadah puasa yang menjadi kewajiban bagi setiap Muslim. Lantas, seperti apa tantangan dan kendala yang dihadapi para mualaf di bulan penuh berkah ini?
Seorang mualaf asal New York, Amerika Serikat, Bennet, membagikan secuil kisah perjuangannya yang diunggah dalam channel YouTube 877-Why-Silam. Dalam video tersebut, Bennet mengatakan bahwa pengalaman pertamanya berpuasa justru saat dirinya belum memeluk Islam, beberapa tahun silam.

“Kala itu saya terbangun dari tidur dan mulai mengingatkan diri bahwa hari itu saya harus berpuasa (meski bukan di bulan Ramadhan). Dan saya berhasil melakukannya dengan baik,” terangnya, seperti dikutip Okezone dari AboutIslam, Rabu (6/5/2020).
Bennet menambahkan, dia tidak mengalami kendala yang berarti meski harus berpuasa sepanjang hari sembari bekerja. Sejak saat itulah, dia yakin mampu menjalani ibadah puasa sepanjang bulan Ramadhan berlangsung.
Menurutnya, puasa menjadi pencapaian yang sangat berharga dan personal bagi dirinya sendiri. Dia merasa jauh lebih damai, serta merasakan cinta yang tidak pernah dia dapatkan dari keluarganya.
“Jadi waktu itu saya memutuskan untuk pindah agama sekitar 3 minggu setelah bulan Ramadhan, tepatnya pada 13 September 2009,” kata Bennet.
Sebelum memeluk Islam, kata Bennet, hari-harinya dipenuhi dengan kesengsaraan, perasaan tidak nyaman, serta permasalahan dan pertengkaran yang tidak berarti. Kedamaian itu akhirnya dia dapatkan setelah melafalkan dua kalimat syahadat.
Di tahun-tahun selanjutnya, wanita berdarah Puerto Rico-Amerika ini mengaku sudah dapat menjalankan ibadah puasa dengan sempurna.
(Dewi Kurniasari)