Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tausiyah Ramadhan: Fakir Sejati

Tausiyah Ramadhan: Fakir Sejati
A
A
A

Pada bencana-bencana personal, keluarga, masyarakat, hingga bencana berskala epidemi dan pandemi, kita barangkali sering meninggalkan Allah di pojok-pojok ruang yang tak pernah kita jenguk. Kita merasa telah begitu pandai untuk menyelesaikan persoalan. Data dihimpun sekadar angka, grafik disusun sekadar garis dan batang. Kita buta bagaimana cara membacanya.

Padahal, perkara pertama yang diminta Allah kepada Nabi Muhammad SAW adalah iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq. Bacalah segala data, segala fenomena, segala fakta, segala persoalan, segala bencana yang menimpa dengan nama Tuhan yang Menciptakanmu.

Bi ismi itu bukan lafal di lidah belaka. Bi ismi itu adalah hendaya, proses, dan upaya kita membawa serta Allah dalam setiap pembacaan dan analisis, dalam setiap strategi dan kebijakan, dalam setiap langkah kecil yang kita ayunkan untuk menyelesaikan persoalan hidup.

Padahal, perkara kedua dalam pembacaan yang dimintakan Allah kepada Nabi Muhammad SAW adalah iqra’ warabbukal akram. Yang pada setiap kesuksesan, keberhasilan, kehebatan, dan lolosnya kita dari perkara rumit, tidak ada upaya kita yang lebih besar daripada tetes keilmuan Allah yang Maha Mulia, Maha Besar. Dia yang ‘allamal insaan maa lam ya’lam, yang memberi kita petunjuk pengetahuan, solusi ketidakberdayaan, cahaya ilmu yang menerangkan dari apa yang kita buta dan tak pahami selama ini.

Tetapi, kita jarang pergi untuk kembali mengais lagi kearifan itu. Kita tak pernah benar-benar merasa fakir, merasa membutuhkan Allah dalam setiap kesusahan yang menimpa. Kita berdoa menengadahkan tangan ke langit, tetapi kaki kita sibuk pula melangsungkan pengabaian hak-hak Allah. Kita memohon kebaikan dan kesejahteraan yang melimpah dari Allah, tetapi menggerusnya sendiri dengan keburukan yang kita lakukan kepada sesama manusia.

Tidak ada jalan kembali yang lebih pantas daripada merenungi dan masuk ke dalam diri sendiri. Memulai lagi untuk membersihkan jiwa yang tak kita sadari telah dikotori oleh kesibukan dunia kita sendiri. Waman tazakkaa fainnamaa yatazakkaa linafsihi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement