Allah tak butuh kita mendekat, tak perlu kita merapat. Allah tak butuh kita bersih-bersih, tak butuh kita merapikan diri. Justru kitalah yang membutuhkan itu semua. Butuh untuk merapikan, mensucikan, dan membersihkan diri kita lagi. Butuh untuk menyelami lagi makna fakir yang sejati.
Kita ini fakir sejati di hadapan Allah. Tak pernah kaya.
Oleh: dr. Ahmad Fuady, M.Sc.-HEPL
Peneliti di Erasmus University Medical Centre, Rotterdam, Belanda dan staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
(Muhammad Saifullah )