Tausiyah Ramadhan: Berkomunikasi dengan Alam

Senin 11 Mei 2020 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 330 2211965 tausiyah-ramadhan-berkomunikasi-dengan-alam-Wpoxg5EqCi.jpg Agama Mengajarkan Pelestarian Alam (Foto: Video Block)

Pembaca yang mulia.  Mungkin saja Allah ingin mengingatkan kita tentang keserakahan manusia yang mengakibatkan ketidakseimbangan di alam semesta ini.

Misalnya, banjir melanda di banyak wilayah, longsor terjadi di sejumlah daerah, asap pembakaran hutan membumbung tinggi di berbagai tempat dan lain-lain yang masih banyak lagi.

Adalah Nabi Sulaiman yang diberikan Allah ilmu dan hikmah atau kebijaksanaan. Nabi Sulaiman dapat berkomunikasi bukan hanya dengan manusia, namun juga dengan binatang, jin, dan gunung yang telah ditundukkan oleh Allah. Singkatnya Nabi Sulaiman dapat berkomunikasi dengan alam semesta. Mari kita simak ayat di bawah ini.

Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiya (21:79), “maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud, dan Kamilah yang melakukannya.”

Dengan ilmu yang spesial ini, Nabi Sulaiman dapat berkomunikasi dengan siapa saja dan apa saja. Bahkan Nabi Sulaiman dapat bepergian kemana pun ia mau. Lebih kerennya lagi dengan ilmu yang diberikan Allah, Nabi Sulaiman dapat memindahkan istana Ratu Bilqis dalam sekedip mata.

Suatu ketika, Nabi Sulaiman dan pasukannya melakukan perjalanan. Di tengah perjalanan ada sekelompok semut. Tercatat dalam QS. An-Naml (27:18-19), bahwa, hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Sulaiman pun kemudian tersenyum paham akan apa yang diutarakan semut.

Kita memang bukan Nabi Sulaiman yang paham akan semua bahasa binatang. Namun kita diberi Allah akal dan panca indera yang harus digunakan secara maksimal. Ingatlah ayat pertama dalam Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca. Iqra! Bacalah! Membaca di sini dapat dimaknai bukan hanya membaca buku namun lebih dari itu membaca alam semesta yang terbentang luas.

Andai saja kita seperi Nabi Sulaiman, manusia akan segan untuk menebang pohon, membuat gedung pencakar langit, membuat vila di bukit-bukit, membakar hutan-hutan, dan mencemari lautan dengan sampah-sampah plastik. Yang semua ini akan menghancurkan habitat makhluk-makhluk ciptaan Allah, yang mereka juga punya hak untuk hidup di alam semesta ini.

Kewajiban kita sebenarnya ada tiga hal yang menyebabkan dunia ini akan terasa damai dan tenteram. Yang pertama hubungan kita dengan Allah. Di bulan Ramadhan ini, hubungan kita dengan Allah akan terjaga dengan baik jika kita melaksanakan perintah Allah sepeti puasa, zakat, sholat, dan membaca Alquran.

Yang kedua, hubungan kita dengan sesama manusia. Dalam suasana krisis Covid-19 kita sebenarnya diberi momentum yang luar biasa untuk berderma dan meringankan beban saudara, tetangga dan orang-orang yang terdampak langsung oleh pandemi corona. Bersedekah bukan hanya menjadikan hubungan kita dengan manusia menjadi baik, tapi juga menjadikan Sang Pentipta bertambah sayang. Sebab kita diberi ketenangan hati oleh Allah disebabkan sedekah yang kita tunaikan.

Yang ketiga, adalah hubungan kita dengan alam semesta. Covid-19 membuat bumi ini terasa seakan-akan berhenti berputar. Pekerjaan, ibadah dan kegiatan lainnya, semua kita lakukan di dan dari rumah. Hanya karena makhluk yang tak terlihat oleh mata biasa ini, yang ukurannya super mini itu, sebuah virus bernama corona, membuat kita semua tersadar bahwa kita bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. Allahlah Yang Maha Besar dan Maha Perkasa.

Semestinya kita menyadari akan kewajiban-kewajiban kita terhadap hak-hak alam semesta. Kita harus sesering mungkin berkomunikasi dengan alam semesta. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita memahami kewajiban kita menjaga alam ini? Sadarkah kita akan hak-hak binatang-binatang dan makhluk hidup lainnya untuk sama-sama merasakan kebaikan Tuhan dan alam raya ini? Mari kita renungkan ayat di bawah ini.

Orang-orang berakal dalam QS. Ali 'Imran (3:190-191). (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Oleh: Deden Mauli Darajat

Penulis adalah dosen UIN Syarif Hidyatullah Jakarta

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya