Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Nabi Nuh, Dituduh Gila dan Allah Menolak Doanya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2020 |10:55 WIB
Kisah Nabi Nuh, Dituduh Gila dan Allah Menolak Doanya
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

Allah SWT menurunkan wahyu kenabian kepada Nabi Nuh di masa kekosongan dua rasul, pada waktu umat sebelumnya yang patuh pada Allah SWT kembali ingkar. Hal ini menjadi tugas berat Nabi Nuh mengembalikan mereka ke jalan yang benar.

Rintangan itu begitu berat namun Nabi Nuh yakin Allah akan membantunya. Kaum Nabi Nuh sangat durhaka, mereka tak pernah mengindahkan ajakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kecerdasan yang dimiliki Nabi Nuh tak membuat kaumnya mau patuh. Mereka bahkan semakin ingkar, semakin jauh dari jalan Allah SWT. Merasa usahanya tak kunjung membuahkan hasil, Nabi Nuh pun mengadukan kaumnya kepada Allah SWT.

Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Keluhan Nabi Nuh pun didengar dan Dia mengirimkan petunjuk agar Nabi membuat perahu yang sangat besar.

Dengan perahu tersebut, Nabi Nuh dan kaumnya yang sholeh akan selamat, sedang kaumnya yang ingkar akan binasa dalam banjir yang sangat besar.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Ustadz Muda dan Perempuan Satu Bus

Diceritakan lebih lanjut dalam buku Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul karya Ali Nurfadhilah, selagi Nabi Nuh dan pengikutnya yang setia membuat perahu besar di atas bukit, kaum durhaka malah mengolok-ngolok Nabi Nuh.

"Lihatlah si Nuh itu! Semakin gila saja dia, di tengah musim kemarau seperti ini dia malah membuat perahu, di atas bukit pula. Sungguh sudah miring otaknya," kata kaum durhaka.

Nabi Nuh tak menghiraukan celaan tersebut. Ia meyakini wahyu Allah adalah kebenaran yang hakiki.

Singkat cerita perahu besar di atas bukit itu sudah selesai dibuat. Nabi Nuh pun mengajak seluruh pengikutnya untuk naik ke atas kapal tersebut, termasuk beberapa hewan. Setelah semuanya sudah berada di dalam kapal, tiba-tiba saja langit yang tadinya sangat cerah berubah menjadi gelap.

Baca Juga: Kisah Suami Meninggal sambil Baca Al Mulk, Ini Keistimewaannya

Angin kencang pun berhembus menakutkan. Hujan lebat dan badai datang. Akibatnya rumah-rumah tenggelam, orang-orang ketakutan dan panik.

Dari kejauhan Nabi Nuh melihat salah seorang putranya, Kan'an. Ia pun meminta agar anaknya itu masuk ke dalam perahu, namun Kan'an tak mau mendengarkan ajakan ayahnya. Ia terus berlari menjauh dari kapal dan terus berlari menuju puncak gunung.

Kan'an memang anak pembangkang. Ia tak mau mendengarkan ayahnya sendiri, pun tak mau menerima iman Allah SWT. Ia adalah anak yang keras kepala lagi sombong.

Meski begitu, sebagai seorang ayah Nabi Nuh tetap berharap agar anaknya selamat dari badai yang sangat besar itu. Ia pun berdoa kepada Allah SWT agar anaknya itu diselamatkan.

Namun, Allah SWT kali ini tak menerima doa Nabi Nuh. Allah menolak doa Nabi Nuh dengan alasan Kan'an adalah anak durhaka dan tidak mau beriman.

Berdasar suatu riwayat, kapal Nabi Nuh dan pengikutnya itu berlayar 40 hari. Setelah badai dan banjir berlalu, Nabi Nuh dan pengikutnya diminta Allah untuk turun dari kapal.

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement