NABI Muhammad SAW memiliki empat sahabat hebat yang biasa disebut khulafaur rasyidin. Mereka adalah Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Keempatnya merupakan khalifah sekaligus sahabat utama sang pembawa risalah agama Islam.
Nama terakhir, yakni Ali bin Abi Thalib lebih dikenal sebagai samudera ilmu pengetahuan dan mata air hikmah. Ya, Sayyidina Ali adalah sahabat Rasulullah SAW yang cerdas dan kerap melontarkan kalam-kalam sarat hikmah.
Banyak dari wasiat beliau kepada kaum muslimin yang menyentuh dan patut direnungi. Sebab, tak sedikit dari wasiat beliau sangat relevan dengan kondisi kita di zaman modern seperti sekarang.
Berikut wasiat-wasiat Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang bisa jadi pelajaran bagi kita, sebagaimana dilansir dari laman JATMAN:
1. Hubungan Manusia dan Pencipta
Sayyidina Ali pernah bertutur tentang hakikat hubungan manusia dengan Sang Khalik. Beliau mengatakan: “Siapa yang telah memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka ia akan memperbaiki hubungan dengan orang lain. Dan siapa yang telah memperbaiki urusan akhiratnya, maka ia akan memperbaiki urusan dunianya,”.
Perkataan Sayyidina Ali tersebut benarlah adanya. Di mana saat ini manusia kebanyakan jauh lebih cinta dan mementingkan urusan dunianya ketimbang menjalin hubungan baik dengan Allah SWT yang dapat menjamin kebahagiaan kita di akhirat.
Baca juga: Lima Anjuran Ibnu al-Qayyim Saat Terjadi Wabah Mematikan
2. Menyaring Informasi
Selain mewasiatkan hubungan manusia dengan Tuhan, Sayyidina Ali juga mengingatkan kaum muslimin agar selalu mencermati informasi yang diterima.
“Renungkanlah berita yang kau dengar secara baik-baik. Penukil ilmu sangatlah banyak, tapi perenungnya amatlah sedikit,” demikian kata Sayyidina Ali.
Tak dipungkiri, fitnah maupun berita bohong alias hoaks sudah ada pada zaman kekhalifahan Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah. Bahkan beliau pernah berpesan: “Ketika fitnah berkecamuk jadikanlah dirimu seperti anak unta, karena ia masih belum memiliki punggung yang kuat untuk dapat ditunggangi dan tidak memiliki air susu untuk diperah,”.
Baca juga: Akhir Kasus Baju Besi Ali bin Abi Thalib Bikin Ahlu Dzimmah Masuk Islam
3. Orang Lemah Bukan yang Tak Bisa Melawan
Dalam sebuah kalamnya, Sayyidina Ali punya pandangan lain terhadap orang lemah. Menurut beliau, orang lemah bukanlah orang yang tidak berdaya menghadapi lawan, maupun nihil harta dan jabatan. Akan tetapi, orang terlemah kata beliau, adalah orang yang tidak dapat menjalin persahabatan.
“Lebih lemah lagi adalah orang yang melepaskan tali persaudaraannya dengan sahabatnya sendiri,” kata Sayyidina Ali, seperti dikutip dari kitab Nahjul Balaghah.
4. Alquran Tersisa Tulisan, Islam Tinggal Nama
Wasiat lain tak kalah penting yang pernah disampaikan sahabat nabi berjuluk "Abu Turab" atau "Bapak Tanah" itu ialah bahwa akan datang suatu masa di mana Alquran hanya tersisa tulisan dan Islam hanya tinggal nama.
“Pada masa itu, masjid-masjid dimakmurkan bangunannya, sementara sejatinya ia mengalami kekosongan hidayah, karena orang-orang yang memakmurkannya justru adalah orang yang paling jahat di muka bumi,” demikian kata Sayyidina Ali.
(Rizka Diputra)