Setelah sterilisasi selesai, dan karena berkurangnya beban di dalam Masjidil Haram akhir-akhir ini, hanya 10 persen dari total kapasitas pendinginan dihidupkan kembali. Ini cukup untuk mempertahankan udara segar bagi beberapa orang di dalam Masjid.
Baca juga: Tausiyah Ramadhan: Sampai Kapan Kita Harus Beribadah?

Ini juga membantu mencapai tingkat kelembapan yang tepat dan akan menjaga integritas struktural Masjid.
Sementara 90 persen sisanya dari pendingin dan AHU digunakan untuk pemeliharaan preventif dan prosedur jangka panjang. Hal ini guna memastikan efisiensi operasi setelah pendingin kembali ke kapasitas penuh di saat pandemi mereda.
Baca juga: Membawa Suasana Masjid ke Rumah, Mungkinkah?
(Hantoro)