nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Takbir Akbar Virtual Tak Mengurangi Nilai Kesakralan

Rizka Diputra, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 18:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 23 614 2218641 takbir-akbar-virtual-tak-mengurangi-nilai-kesakralan-AimUGa2QwS.JPG Seorang pria menabuh beduk sambil menggemakan suara takbir di malam Idul Fitri (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

MASJID Istiqlal akan menggelar kegiatan takbir akbar virtual. Acara ini bertujuan menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1441 Hijriah yang akan jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020 besok. Takbir dilakukan secara daring demi menekan laju penyebaran virus corona (Covid-19).

Dai muda Nahdlatul Ulama (NU), Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus mengapresiasi terobosan baru yang juga menjadi pengalaman baru bagi masyarakat Indonesia dalam merayakan malam Idul Fitri tahun ini.

Terlebih, masyarakat muslim Tanah Air pun bisa turut menyaksikannya via daring melalui saluran resmi YouTube Masjid Istiqlal dan stasiun televisi nasional TVRI.

"Iya kegiatan takbir virtual tentunya hal baru, namun ini positif. Daripada tidak dilakukan sama sekali," ucap Habib Ahmad saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (23/5/2020).

Baca juga: Masjid Istiqlal Gelar Takbir Virtual Bareng Wapres Kiai Ma'ruf Amin

Menurut dia, meski dilakukan secara virtual, pembacaan takbir dan tahmid sama sekali tidak mengurangi nilai sakral dari puji-pujian terhadap kebesaran Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya menyongsong hari kemenangan selepas menjalankan ibadah puasa sebulan penuh selama Ramadhan.

"Takbiran apalagi dilakukan secara berjamaah hal yang sangat baik dan dianjurkan, namun melihat kondisi sekarang ini, maka keputusan itu bisa diterima secara nalar," tuturnya.

Ilustrasi

Sementara itu, Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Centre (JIC), Ustadz Rakhmad Zailani Kiki mengatakan, hukum menggelar takbiran secara virtual mubah alias boleh dilakukan. Namun demikian, takbiran juga perlu dilakukan secara langsung, seperti di masjid agar tidak menghilangkan kesunahan dalam ibadah itu sendiri.

"Hukumnya boleh, tapi kitanya juga harus takbiran biar mendapatkan pahala juga," kata Ustadz Rakhmad terpisah.

Baca juga: Nasihat Mbah Moen Terkait Lafadz Takbir Idul Fitri

Menurutnya, tidak ada bacaan khusus yang mesti dibaca, melainkan hanya takbir, tahmid berisi puji-pujian kepada Allah SWT yang memang lazim dikumandangkan saat hari raya. Dan tidak mengapa apabila ingin diselipkan dengan doa-doa keselamtan, terlebih di tengah wabah corona seperti sekarang ini. "Tidak ada doa khusus, doa umum saja, seperti doa keselamatan," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini