Kisah Dokter Muslim Rayakan Idul Fitri di Rumah Sakit Rawat Pasien Corona

Senin 25 Mei 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 25 614 2219159 kisah-dokter-muslim-rayakan-idul-fitri-di-rumah-sakit-rawat-pasien-corona-yOW9p8GH8O.JPG Para tenaga medis di Malaysia harus berlebaran di rumah sakit karena merawat pasien Covid-19 (Foto: Reuters)

SITUASI pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa seluruh umat muslim merayakan Idul Fitri tahun ini dengan keterbatasan. Tak terkecuali seorang dokter asal Malaysia, Muhammad Syahidd Al-Hatim. Tahun ini, ia harus rela menghabiskan akhir puasa Ramadhan dan Idul Fitri di Rumah Sakit Kuala Lumpur tempatnya bekerja.

Pemuda berusia 26 tahun itu mengungkapkan, Idul Fitri tahun ini menjadi lebih suram bagi banyak staf muslim yang bekerja di rumah sakit itu akibat pandemi corona. Sejauh ini sudah lebih dari 7.000 orang di negara itu terinfeksi virus corona termasuk 115 di antaranya yang meninggal dunia.

"Menyedihkan karena beberapa teman saya (tenaga medis), mereka tidak berasal dari Kuala Lumpur," ujar Muhammad Syahidd, mengutip dari VOA Indonesia.

“Biasanya, mereka akan kembali (ke kota asalnya) untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka, dan mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan itu. Jadi ya, itu membawa suasana hati yang sedih ke area kerja," katanya lagi.

Baca juga: Idul Fitri, Ini Pesan Raja Salman untuk Umat Islam

Seperti diketahui, Malaysia yang penduduknya mayoritas muslim telah memberlakukan karantina wilayah sebagai upaya membendung penularan virus Covid-19. Meski beberapa pembatasan telah dilonggarkan bulan ini, perjalanan antar negara untuk alasan yang tidak penting masih dilarang pemerintah setempat.

Ilustrasi

Imbasnya, banyak orang tidak dapat kembali ke kampung halaman mereka selama musim libur lebaran.

Muhammad Syahidd, yang sehari-harinya bekerja di ruang gawat darurat, sudah mulai kembali bertugas pada Minggu di hari pertama Idul Fitri. Syahidd yang tinggal bersama orangtuanya, pernah diuji dan dikarantina sebanyak dua kali usai melakukan kontak fisik dengan pasien yang diduga terpapar virus corona.

Baca juga: Allah Selalu Jaga Orang Beriman dari Perbuatan Maksiat, Ini Buktinya

"Saya merawat pasien di sini. Lalu aku (bisa saja) mengembalikan penyakit kepada orangtuaku. Itu satu-satunya hal yang aku takuti," tandasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya