Habib Alwi: Idul Fitri Tak Perlu Sedih, Cukup bagi Kita Ampunan Allah

Selasa 26 Mei 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 614 2219828 habib-alwi-idul-fitri-tak-perlu-sedih-cukup-bagi-kita-ampunan-allah-ErHVtkqii7.jpg Al Habib Alwi bin Abdurrahman al Habsyi. (Foto: Rusman H Siregar/Sindonews)

HARI raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah baru saja dilalui. Umat Islam pun menyambut aktivitas ibadah lainnya di bulan-bulan selanjutnya.

Namun kali ini kondisinya berbeda setelah mewabahnya corona virus disease (covid-19). Tidak semua masjid menggelar sholat berjamaah. Kemudian tak dibukanya halakah pengajian dan sebagainya.

"Hari ini di tengah wabah kita tak punya pakaian baru, tidak punya makanan enak, tidak bisa berjabat tangan, tidak bisa silaturahim dengan kerabat. Kita tak perlu sedih, karena cukup bagi kita adalah ampunan Allah Ta'ala," demikian kata Al Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi, pengasuh Pondok Pesantren Exclusive Nurul Muhtadin Baalawy Srengseng, saat khotbah Salat Id di Masjid A Huda Srengseng Jakarta Barat, dikutip dari Sindonews.

Ia mengimbau umat Islam tidak perlu berkecil hati meskipun dalam kondisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebab, tidak ada satu apa pun yang Allah Subhanahu wa ta'ala turunkan di muka bumi melainkan ada hikmah besar.

Habib Alwi mengatakan ini adalah ujian dan rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala. Bagi umat Islam yang taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala merupakan bentuk kasih sayang-Nya.

Ilustrasi Idul Fitri. (Foto: Istimewa)

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Surah Al Baqarah: 155)

"Ayat ini menurut ulama merupakan peringatan dari Allah siapa hamba-Nya yang tetap bersujud kepada Allah, siapa yang taat kepada Allah, dan siapa yang ingkar kepada Allah. Sebab, semua urusan setiap mukmin adalah baik. Karunia kebaikan ini tidak diberi Allah Ta'ala kepada non-Muslim," kata Habib yang pernah menimba ilmu di Tarim Hadhramaut Yaman tersebut.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya." (HR Muslim)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dikisahkan, Nabi Ayub Alaihissalam yang gagah, kaya, sehat, tampan, semuanya binasa dengan ujian sakit yang dideritanya.

Bertahun-tahun Beliau sakit, kemudian diusir dan dijauhi oleh orang-orang dan keluarganya sendiri. Berkat kesabaran Beliau, Allah Subhanahu wa ta'ala menyembuhkan penyakitnya, mengembalikan hartanya dan keluarga serta istri-istrinya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila malam terakhir bulan Ramadhan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam."

Dalam sebuah riwayat, dari Jabir Radiallahu anhu, Rasulullah bersabda:

"Di malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya. Ini merupakan musibah bagi umatku."

Kemudian seorang sahabat bertanya, "Apakah musibah itu, ya Rasulullah?"

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab:

"Dalam bulan itu segala doa dikabulkan, sedekah diterima, segala kebajikan dilipatgandakan pahalanya, dan siksaan kubur terkecuali, maka apakah musibah yang lebih besar daripada semuanya yang sudah berlalu itu?"

Dari Ibnu Abbas, Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

"Sekiranya umatku ini mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar semua tahun menjadi Ramadhan."

Habib Alwi al Habsyi berpesan agar umat Islam jangan menjadi budaknya Ramadhan. Artinya, ibadah dan sholat jangan hanya dikerjakan di bulan Ramadhan saja. Seorang hamba Allah yang sejati harus menjadikan hari-harinya seperti Ramadhan.

Meski Ramadhan berlalu, semangat untuk beribadah jangan sampai hilang. Tetaplah menjaga lisan, membaca Alquran, berbuat baik, sholat berjamaah lima waktu, menghidupkan sholat malam.

Jadikan ibadah setiap waktu untuk Allah Subhanahu wa ta'ala. Semoga semua umat Islam diberkahi Allah Subhanahu wa ta'ala.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya