Dikisahkan, Nabi Ayub Alaihissalam yang gagah, kaya, sehat, tampan, semuanya binasa dengan ujian sakit yang dideritanya.
Bertahun-tahun Beliau sakit, kemudian diusir dan dijauhi oleh orang-orang dan keluarganya sendiri. Berkat kesabaran Beliau, Allah Subhanahu wa ta'ala menyembuhkan penyakitnya, mengembalikan hartanya dan keluarga serta istri-istrinya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Apabila malam terakhir bulan Ramadhan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam."
Dalam sebuah riwayat, dari Jabir Radiallahu anhu, Rasulullah bersabda:
"Di malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya. Ini merupakan musibah bagi umatku."
Kemudian seorang sahabat bertanya, "Apakah musibah itu, ya Rasulullah?"
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab:
"Dalam bulan itu segala doa dikabulkan, sedekah diterima, segala kebajikan dilipatgandakan pahalanya, dan siksaan kubur terkecuali, maka apakah musibah yang lebih besar daripada semuanya yang sudah berlalu itu?"
Dari Ibnu Abbas, Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:
"Sekiranya umatku ini mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar semua tahun menjadi Ramadhan."